SATELITNEWS COM, SERANG – Provinsi Banten memiliki dua sekolah rakyat, dan sudah mulai beroperasi. Kedua sekolah itu ada di Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang dan di Kecamatan Panggarangan, Kabipaten Lebak.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya, memudahkan akses pendidikan masyarakat dengan tujuan akhir memutus mata rantai kemiakinan, karena pendidikan salah satu komponen penting dalam meningkatkan perekonomian.
Saat ini, lanjutnya, terdapat dua Sekolah Rakyat yang tengah dibangun pemerintah pusat di Provinsi Banten, yakni di Cadasari, Kabupaten Pandeglang, dan Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak.
“Ada dua Sekolah Rakyat yang dibangun oleh pemerintah pusat oleh Bapak Presiden. Pertama adalah di Cadasari, kedua di Panggarangan,” katanya saat meninjau Dekolah Rakyat di Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Rabu (30/9/2026).
Andra mengatakan, sejumlah Sekolah Rakyat rintisan juga sedang dipersiapkan dengan target satu setiap kabupaten/kota memiliki paling sedikit satu sekolah tersebut.
“Dua lokasi ini merupakan Sekolah Rakyat yang sedang dibangun. Kemudian ada beberapa sekolah rintisan yang sedang berlangsung. Kemudian di setiap kabupaten/kota minimal ada satu Sekolah Rakyat,” tambahnya.
Baca Juga: Pimpin DPD HKTI Banten, Andra Soni Siap Dorong Penguatan Sektor Pertanian
Andra menginformasikan, dalam waktu dekat Sekolah Rakyat di Kota Tangerang juga dipersiapkan untuk beroperasi. Setelah itu, pembangunan dan pengembangan program serupa akan dilanjutkan di wilayah Tangerang dan Kota Serang.
Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu solusi untuk memutus mata rantai kemiskinan, karena pendidikan menjadi instrumen penting.
“Karena manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan oleh anak-anak, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi keluarga,” ujarnya.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden karena Sekolah Rakyat ini untuk keluarga dari desil 1 dan desil 2,” sambungnya.
Andra menjelaskan, program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga yang berada dalam kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Melalui pendidikan yang diberikan, pemerintah berharap anak-anak tersebut memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memutus kemiskinan antargenerasi.
“Kami datang ke sini untuk mengunjungi dan melihat serta menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden atas program Sekolah Rakyat,” tukasnya.
Baca Juga: Beri Dukungan Moril, Gubernur Andra Kunjungi Keluarga Dua Jurnalis yang Hilang di GAK
“Ini sangat membantu masyarakat kami karena bukan hanya anaknya yang disekolahkan, tetapi juga ekonomi keluarganya yang akan disupport,” timpalnya.
Andra menerangkan, pembangunan fasilitas sekolah tersebut masih dalam proses penyempurnaan dan sejumlah pekerja masih menyelesaikan beberapa bagian bangunan.
Meski demikian, lanjutnya, sejumlah gedung yang telah rampung dibangun di atas lahan yang luas tersebut sudah mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Sekolah Rakyat di Panggarangan saat ini menampung sekitar 400 siswa. Ke depan, kapasitas sekolah tersebut akan ditingkatkan hingga mencapai 1.000 siswa,” pungkasnya.
“Semua murid yang mengikuti program tersebut merupakan anak-anak Banten yang berasal dari keluarga sasaran program. Semuanya anak-anak Banten,” tandasnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banten Lukman mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan program Pemerintah Pusat untuk memberikan kemudahan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Para siswa itu, kata dia, akan tinggal dan belajar disekolah dan mendapatkan pendidikan gratis.
“Semuanya gratis, perlengkapan sekolah dan fasilitas semuanya gratis, termasuk untuk makannya. Intinya siswa tinggal fokus untuk belajar,” imbuhnya. (adib)



















