SATELITNEWS.COM, SERANG – Hingga saat ini, Pemprov Banten sudah membangun 62 ruas jalan di lima wilayah di Provinsi Banten. Secara keseluruhan, panjang jalan yang terbangun melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) sekira 71,05 kilometer.
Diketahui, tujuan program Bang Andra yakni, untuk meningkatkan aksesibilitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat, khususnya di perdesaan. Pada tahun pertama pelaksanaannya di tahun 2025, program ini telah membangun puluhan kilometer jalan desa dan mendapat apresiasi positif dari warga.
Saat ini, Pemprov Banten telah menuntaskan pembangunan 62 ruas jalan dengan panjang penanganan mencapai 71,05 kilometer, yang tersebar di lima wilayah.
Rinciannya, 17 ruas sepanjang 29,63 kilometer di Kabupaten Lebak, 30 ruas sepanjang 26,71 kilometer di Kabupaten Pandeglang, 8 ruas sepanjang 9,09 kilometer di Kabupaten Serang, 2 ruas sepanjang 2,01 kilometer di Kabupaten Tangerang, dan 5 ruas sepanjang 4,61 kilometer di Kota Serang.
Secara keseluruhan, capaian Program Bang Andra Tahun Anggaran 2025 memberikan manfaat langsung bagi 101 desa, yang menjangkau 351.099 jiwa. Program ini, membuka jalan bagi 192 fasilitas pendidikan dan 67 layanan kesehatan, serta melintasi kawasan pertanian seluas 26.196 hektare dan perkebunan seluas 12.510 hektare.
Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan, program Bang Andra di Kabupaten Lebak salah staunya yakni, ruas jalan Cikeusik–Simpang Cijaku.
Baca Juga: Jalan Desa Dibenahi, Bupati Lebak Apresiasi Dukungan Pemprov Banten
Jalan ini memiliki panjang penanganan 2,88 kilometer, dan dilalui tiga desa, yakni Desa Malingping Selatan, Sukaraja, dan Kersaratu, dengan total populasi mencapai 16.629 jiwa.
Jalur itu, kata dia, membuka akses bagi enam fasilitas pendidikan, di antaranya SDIT Mathlaul Anwar, SDN 3 dan SDN 4 Sukaraja, MA Mathlaul Anwar Malingping, SMPN 3 Satap Malingping, dan SMKN 2 Malingping.
Selain itu, akses menuju RSUD Malingping, klinik, praktik dokter, posyandu, dan apotek menjadi jauh lebih mudah. Secara ekonomi, ruas ini juga melintasi 1.224 hektare kawasan pertanian dan 677 hektare perkebunan.
”Ke depan, program ini akan terus dilanjutkan secara bertahap sejalan dengan komitmen Pemprov Banten, untuk memperluas konektivitas hingga ke wilayah-wilayah yang masih membutuhkan akses jalan layak,” katanya, Rabu (30/9/2026).
Andra optimistis, peningkatan konektivitas jalan desa akan memacu pertumbuhan ekonomi perdesaan, mempermudah mobilitas masyarakat menuju layanan dasar, serta memperlancar distribusi hasil bumi. Pada akhirnya, upaya ini bermuara pada peningkatan kesejahteraan warga.
”Pembangunan infrastruktur jalan desa, menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi disparitas antar wilayah di Provinsi Banten,” ucapnya.
Baca Juga: Ribuan Manajer KDMP di Banten Masih Dibiarkan Kosong
Dia berharap, infrastruktur yang telah rampung ini dirawat bersama agar manfaatnya bertahan lama. “Pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama. Mari kita jaga bersama apa yang sudah kita bangun ini,” pesan Andra Soni.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan mengatakan, semua ruas jalan yang dianggarkan pada 2025 telah rampung proses pemeriksaan, uji kelayakan, dan serah terima.
”Pada 2026, kami akan melanjutkan pembangunan 33 ruas jalan desa sepanjang 46 kilometer dengan total anggaran sekitar Rp164 miliar,” imbuhnya. (adib)



















