SATELITNEWS.COM, SERANG – Klub Super League Dewa United, resmi menjadikan Banten Internasional Stadium (BIS) sebagai home base untuk 17 pertandingan pada musim 2025-2026. Hal itu diklaim, akan mendatangkan banyak perputaran ekonomi bagi masyarakat.
Apalagi, Dewa United bermetamorfosa menjadi Dewa United Banten FC, yang diyakini akan menarik banyak fans masyarakat Banten.
Hal itu diungkapkan Gubernur Banten, Andra Soni, usai penandatanganan kerjasama Pemprov Banten dengan Presiden Klub Dewa United Banten FC Ardian Satya Negara, di Pendopo Lama Gubernur Banten, Kamis (7/8/2025).
Penandatanganan tersebut, dilanjutkan dengan kerjasama sewa stadion yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten Arlan Marzan, bersama Presiden Klub Dewa United Banten FC Ardian Satya Negara.
Dalam sekali pertandingan, biaya perawatan yang masuk ke Pemprov Banten sebesar Rp50 juta. Sehingga, dengan 17 pertandingan yang akan dilakukan, Pemprov mendapat tambahan anggaran sekitar Rp850 juta. Belum lagi, ditambah dengan pertandingan lainnya di luar itu. Sehingga cuan yang didapat Pemprov bisa semakin besar.
“Selain itu, Kehadiran Dewa United Banten FC menghadirkan optimisme adanya pertumbuhan ekonomi yang melejit di Provinsi Banten, karena akan ada pertumbuhan ekonomi baru seperti yang kami janjikan dulu. Insya allah mulainya nanti tanggal 9,” tambahnya.
Baca Juga: Gubernur Andra Doakan Lima Jurnalis dan Kru Kapal yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Ia menjelaskan, langkah ini menjadi pemanfaatan stadion bertarap internasional sejak berdiri 3 tahun lalu atau tepatnya pada 2022.
“Akan ada 17 pertandingan sebagai tuan rumah l, dan kita bisa bayangkan akan banyak klub sepakbola yang datang ke Banten,” ujarnya.
Menurut Andra, benefit yang diterima bukan hanya berasal dari biaya sewa, melainkan akan membangun pertumbuhan ekonomi di Banten. Mulai dari perhotelan, UMKM, dan lain sebagainya.
“Kita bisa bayangkan jumlah penonton dan juga pemanfaatan hotel dan sebagainya, restoran dan sebagainya, kuliner UMKM dan sebagainya. Dan ini akan membangun sebuah ekosistem pertumbuhan ekonomi baru sesuai dengan janji kami kepada masyarakat untuk menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru,” ungkapnya.
“Tim ini juga berkomitmen untuk terus mensupport Pemprov dan masyarakat Banten dalam pengembangan untuk ke depan,” sambungnya.
Sementara, Presiden Klub Dewa United Banten FC, Ardian Satya Negara mengatakan, bahwa pemilihan Banten Internasional Stadium sebagai home base karena beberapa faktor. Yakni stadion megah bertarap internasional, sekaligus sebagai klub putra daerah asal Banten.
Baca Juga: Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ
“Alasannya satu stadionnya sudah bagus, kedua kita juga orang Banten jadi kita ngin mewakili untuk memberikan manfaat banyak untuk orang Banten,” pungkasnya.
Ia menjelaskan, perjanjian kerjasama ini baru ditantangani untuk mengarungi satu musim Super League. Selanjutnya akan dievaluasi untuk kerjasama berikutnya.
“Sementara ini untuk satu musim dulu 17 pertandingan, ke depan kita evaluasi lagi,” tandasnya.
Sebagai salah satu bentuk kontribusi, nantinya pihaknya juga akan membangun lapangan latihan di sekitar BIS, yang tentunya bisa digunakan untuk masyarakat Banten.
“Mungkin ke depannya Dewa United Banten FC akan membangun lapangan latihan di sini, untuk anak anak muda agar bisa memanfaatkan fasilitas,” tuturnya.
Meski begitu, pihaknya juga meminta dukungan dan support dari masyarakat untuk bisa mengarungi kompetisi hingga menjadi kampiun di Super League. Kehadiran suporter begitu penting untuk menggugah semangat klub, sekaligus berpartisipasi untuk menumbuhkan perekonomian baru di Banten.
“Seperti yang disampaikan pak Gubernur tadi, bahwa hadirnya Dewa United Banten FC dapat bermanfaat untuk orang banyak,” paparnya.
Di tempat yang sama, Kepala DPUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan mengatakan, adanya kerjasama dengan Dewa United Banten FC akan mengurangi beban Pemprov Banten untuk pengelolaan BIS yang membutuhkan biaya perawatan sekitar Rp1 Miliar.
“Dari kerjasama ini kita hitung itu kurang lebih sekitar 800 juta. Belum nanti tambahan-tambahan pertandingan resmi, belum nanti masyarakat kalau memang mau pakai. Minimal biaya pemeliharaan 1 tahun sudah tertutup untuk pemeliharaan stadion ini, dari biaya sewa dan kontrak kerja sama dengan Dewa United,” katanya.
Belum lagi, efek domino yang memungkinkan perputaran ekonomi terus tumbuh signifikan.
“Tadi yang sampaikan Pak Gubernur, dampak ekonominya. Memang sewanya cuma Rp50 juta yang masuk ke Pemprov, cuman dampak kemasyarakatnya bisa miliaran. Mulai dari hotel, UMKM, Kuliner, banyak hal,” imbuhnya. (luthfi)
























