SATELITNEWS.COM, LEBAK—Bupati Lebak Provinsi Banten Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya meninjau langsung titik lokasi saluran air yang berada di area pembangunan tol Serang Panimbang (Serpan) yang diduga menjadi penyebab terjadi banjir yang merendam persawahan warga di Kecamatan Cibadak, dan Cikulur.
Diketahui banjir tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Debit air yang tinggi tidak dapat mengalir dengan lancar karena beberapa titik drainase diduga tertutup. Kondisi ini diperparah dengan belum adanya saluran pengendali sementara yang memadai, sehingga air meluap ke lahan persawahan warga. Puluhan hektare sawah yang terendam banjir berada proyek pembangunan Seksi II yang menghubungkan Rangkasbitung-Cileles.
Bupati Lebak Hasbi merespons kejadian tersebut dan langsung meninjau lokasi salah satu titik saluran air yang diduga menjadi penyebab terjadinya banjar yang meredam sawah warga.
Menurut Hasbi, pentingnya menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia memastikan tidak ada lahan sawah produktif yang mengalami gagal panen di wilayahnya.
“Saya memastikan kepada Kadis Pertanian bahwa tidak ada sawah produksi yang gagal panen, hal ini sejalan dengan salah satu program Asta cita Bapak Presiden RI dalam sektor swasembada dan ketahan pangan yang merupakan kebutuhan paling utama untuk masyarakat,” ujar Hasbi, Senin (11/8/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi langkah cepat PT WIKA yang telah melakukan koordinasi dan tindakan teknis di lapangan guna mengantisipasi permasalahan irigasi di area persawahan.
Baca Juga: PT Wika Serpan Bantah Ingkar Janji Soal Jalan Rusak di Cileles
“Saya mengapresiasi PT WIKA yang telah bergerak cepat melakukan pengerukan saluran air di sekitar lahan sawah. Kolaborasi seperti ini penting dalam membangun daerah dan khususnya membangun Lebak secara bersama-sama” pungkasnya.
Menanggapi kejadian tersebut pihak manajemen Wijaya Karya Serang Panimbang (Wika Serpan) membantah dituding penyebab banjir. Hal tersebut diungkapkan perwakilan Wika Serpan Muhammad Albagir sekaligus Manajer Pemasaran dan Pengembangan usaha Wika Serpan. “Jadi mungkin perlu dipahami juga drainase di sana itu ada drainase existing atau yang sudah dibangun sebelumnya oleh pemerintah daerah. Ada juga drainase yang punya tol,” terang Albagir.
Ia menyebutkan, bahwa pihaknya sudah melakukan peninjauan lapangan. Menurutnya penyebab banjir bukan drainase pada wilayah Tol Serang Panimbang. “Nah, kemarin ketika kami cek di lapangan, drainase kami, ini kan kita ngomongin lingkup berarti ya, tanggung jawab apa namanya dari aset yang kami miliki. Memang setelah kami melakukan pengecekan di lapangan, drainase yang terikat tol itu enggak ada masalah sebenarnya,” terangnya.
“Tidak ada sedimentasi, kemudian juga arus air juga baik. Nah, memang terakhir yang tim lapangan kami temukan ada indikasi bahwa di drainase existing,” lanjut Albagir.
Namun Albagir, tetap memhami keluhan petani dan warga setempat yang resah dengan kondisi sawahnya terendam banjir. “Ya sebenarnya masyarakat tentu saja boleh berpendapat, boleh menduga-duga tapi kan kembali lagi apa kalau menurut saya banjir itu bukan hanya satu dua hal faktornya. Bisa jadi ada multi faktor, bisa jadi ada beberapa hal yang menjadi faktor,” katanya.(mulyana)
























