SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Tangerang, M. Nawa Said Dimyati, mengapresiasi langkah cepat Bupati Tangerang dalam merespons insiden ambruknya atap ruang kelas 6 SDN Kedung Dalem, Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, yang menyebabkan 11 murid mengalami luka-luka.
Nawa Said, yang akrab disapa Cak Nawa, menilai respons cepat tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan siswa dan penanganan darurat yang sigap. Namun, ia menegaskan bahwa kejadian tersebut tetap harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Saya apresiasi gerak cepat Pak Bupati dalam menangani insiden ini. Tapi itu saja tidak cukup. Harus ada investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya,” ujar Cak Nawa, menjawab pertanyaan warga, saat menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah Bersama Anggota DPRD Provinsi Banten di wilayah Kabupaten Tangerang, Rabu (13/8/2025).
Menurutnya, insiden ini mencoreng citra Kabupaten Tangerang, dan bisa saja berakar dari persoalan perencanaan atau lambannya respons terhadap permohonan perbaikan fasilitas sekolah.
“Pemkab harus telusuri dari awal, mulai dari perencanaan. Jangan-jangan kepala sekolah sudah berkali-kali mengajukan rehab, tapi tidak direspons oleh dinas atau TAPD,” ungkap Cak Nawa.
Cak Nawa menambahkan, bahwa peristiwa ini seharusnya menjadi alarm bagi Pemerintah Daerah, untuk mengevaluasi kondisi seluruh bangunan sekolah di wilayah Kabupaten Tangerang, agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: Pura-Pura Tes Motor dan Dibawa Kabur, Seorang Pria di Solear Ditangkap Warga
“Kejadian seperti ini bukan hanya membahayakan keselamatan siswa, tapi juga mencoreng wajah dunia pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Tangerang,” tegasnya dihadapan warga.
Cak Nawa menekankan, keselamatan anak didik harus menjadi prioritas utama. Untuk itu, Pemkab diminta tidak hanya fokus pada penanganan pascakejadian, tetapi juga melakukan langkah preventif melalui audit infrastruktur pendidikan secara menyeluruh.
Sebelumya diberitakan, Jumlah siswa yang terluka akibat ambruknya atap kelas 6 SDN II Kedung Dalem, Desa Kedung Dalem (sebelumnya ditulis SDN Kedung Dalam II, Desa Kedung Dalam), Kecamatan Mauk, ternyata ada 11 siswa. Kepala SDN II Kedung Dalem, Rusdi mengungkapkan, seluruhnya hanya luka ringan.
Sebelumnya diberitakan, vidio viral di media sosial menunjukan sebuah ruang kelas di SDN Kedung Dalam 2, Desa Kedung Dalam, Kecamatan Mauk, rusak parah, setelah atapnya ambruk. Diduga peristiwa itu saat proses belajar mengajar sedang berlangsung, Rabu (13/8/2025). Akibatnya, empat siswa dikabarkan terluka.
Rusdi pun memastikan bahwa, saat peristiwa itu terjadi, siswa tidak sedang mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di dalam kelas, melainkan sedang berada di luar kelas untuk menyiapkan kegiatan HUT RI Ke-80.
“11 anak alami luka ringan, 2 diantaranya sudah mendapatkan penanganan media di RS Sari Asih, Sangiang, Kota Tangerang. Alhamdulillah, semua luka ringan,” tandasnya.
Baca Juga: 48 Jam Pabrik Plastik di Balaraja Tangerang Terbakar, 33 KK Diungsikan
Sementara itu, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid tiba di sekolah dan melihat langsung kondisi atap kelas 6 yang ambruk, usai menjenguk langsung dua siswi yang dirawat di RS Sari Asih.
“Keduanya mengalami luka ringan, untuk sementara waktu dirawat selama sehari atau dua hari di RS Sari Asih. Untuk biaya perawatan semua ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang,” ucapnya. (rs/aditya)
























