SATELITNEWS.COM, LEBAK—Ada momen tegang pada upacara HUT RI ke 80, yang digelar di Alun-Alun Rangkasbitung, Minggu (17/8/2025) lalu. Saat itu Bupati Lebak Hasbi Jayabaya berpidato dengan nada gusar atas kondisi jalan poros desa yang banyak dikeluhkan masyarakat lantaran rusak, sementara kadesnya memiliki mobil mewah.
Tak hanya kades yang disemprot, Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak Budi Santoso pun tidak luput dari luapan amarah mantan anggota DPRD RI tersebut. Dia menyebutkan, jalan desa di Lebak 1.617 kilometer dan kondisinya rusak.
Untuk itu, dia mengingatkan bahwa amanah Undang-undang Nomor 6 / 2014 tentang Desa. Salah satu amanat dalam Undang-undang tersebut, yakni mengenai Dana Desa (DD) untuk kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
“Saya ingatkan bagi para kepala desa kemana saja dana desa? Jalan desa rusak, kepala desa mobilna Fortuner dan Pajero kabeh. Macem- macem jeng aing pariksaan dararia kuaing. (Jalan desa rusak, kepala desa mobilnya Fortuner dan Pajero semua. Macam-macam dengan saya, periksa kalian sama saya),” ujar Hasbi.
Tidak berhenti di situ, dia pun kembali menebar ancaman dengan bahasa Sunda kepada para kepala desa yang tidak memiliki iktikad baik dalam membangun di wilayahnya.
“Ulah macem-macem dia kepala desa jeng aing, aing mah leutikleutik geh jawara. 339 desa dipariksa kuaing, diaudit kuaing, emang dipikir aing siuen kadararia. (Jangan macam macam kamu kepala desa dengan saya, saya kecil-kecil gini jawara. 339 desa diperiksa sama saya, diaudit oleh saya, memangnya kamu pikir saya takut sama kalian),” ungkapnya.
Baca Juga: Pantau Aktivitas Truk Tanah, Pemkab Lebak Berencana Pasang CCTV dan GPS
Dia menegaskan, jika kepala desa tidak punya iktikad baik membangun infrastruktur jalan desa, maka dirinya akan melakukan tindakan tegas. Dia pun meminta kades untuk bergotong royong dalam membangun desa. Gotong royong bisa dilakukan bersama pemerintah daerah, Pemprov Banten, dan pemerintah pusat. “Karena jalan ini berdampak luas ke masyarakat. Infrastruktur jalan berdampak luas bagi hajat hidup orang banyak,” tegasnya.
Selanjutnya, Hasbi juga mengingatkan kepada para kades, pejabat Eselon II, dan para camat, bahwa dirinya tidak perlu membuktikan apa-apa kepada para pejabat tersebut. Karena, dirinya hanya cukup membuktikan diri kepada rakyat Kabupaten Lebak, yakni dengan menunjukan komitmen membangun Lebak agar terus berkembang dan maju.
“Bagi Pak Sekda tolong peringatan dari Bupati, bagi Asda, bagi kepala dinas akan saya awasi anggaran tiap OPD. Ulah macem macem ka si Hasbi dia, ngalawan diberantas kuaing kabeh. Dipikir aing sieun ngaganti Sekda, macem-macem bae dia ka aing (Jangan macam-macam ke si Hasbi kamu, melawan diberantas sama saya semuanya. Dipikir saya takut mengganti Sekda, macam-macam saja kamu ke saya,” ungkapnya.
Hasbi pun tidak mempersoalkan siapapun yang akan melakukan aksi ketika dirinya mengganti Sekda Budi Santoso. Menurutnya, penggantian Sekda merupakan hak prerogatif dirinya sebagai Bupati Lebak. “Karena Bupati akan menilai, sekarang kita gampang saja periksa aja audit. Selama menjabat sebagai Sekda, berapa kekayaan dia bertambah sesuai atau tidak, dengan gajinya, dengan honornya, dengan dirinya sebagai Dewan Pengawas RSUD,” katanya.
Dia pun menyinggung soal kondisi RSUD yang berantakan. Tapi, manajemen meminta uang Rp7 miliar ke Bupati. “Kumaha aing (bagaimana saya) sebagai Bupati tanggung jawab ke masyarakat,” ujar Hasbi. Tidak berhenti disitu, Hasbi pun mengklaim pasangan Bupati Hasbi-Amir tidak didukung Sekda, Asda, para Kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan camat pada Pilkada 2024.
“330 ribu yang memilih Hasbi-Amir. Tanpa dukungan para birokrat, tanpa dukungan Sekda, tanpa dukungan Asda, tanpa dukungan para kepala dinas, tanpa dukungan camat, kami semua dikhianati. Sekarang saya akan buktikan kepada rakyat Lebak, Lebak jadi kabupaten yang lebih berkembang, lebih maju, dan lebih Ruhay,” ungkapnya.
Baca Juga: Bupati Hasbi: Sekolah Rakyat Jadi Senjata Lebak Hapus Kemiskinan Ekstrem
Salah seorang Kades di Lebak yang enggan disebutkan namanya menyesalkan pernyataan sesat Bupati M Hasbi Asyidiki Jayabaya. Dikatakannya, tidak semua kades di Lebak memiliki kendaraan sejenis Fortuner dan Pajero. Ada juga di Lebak yang hanya memiliki mobil kelas bawah atau motor. “Ini cenderung mendiskreditkan para kepala desa,” katanya.
Dia pun mengungkap, dana desa yang disalurkan ke desa tidak semuanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Karena itu, sampai saat ini masih banyak ditemukan jalan yang rusak. “Harus dipahami sama Pak Bupati, enggak semua dana desa buat infrastruktur. Ditambah lagi, dari Pemkab Lebak enggak ada dana bantuan untuk pembangunan infrastruktur. Jika ada pun hanya untuk beberapa desa. Kami justru harus minta ke provinsi dan pusat untuk bangun jalan dan infrastruktur lain,” pungkasnya. (mulyana)

















