SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten bersama PT MRT Jakarta (Perseroda), mulai melakukan pembahasan terkait dengan rencana pengembangan jalur MRT fase 3 tahap II, Cikarang-Balaraja dengan panjang jalur mencapai 50,3 km.
Proyek itu diharapkan bisa dilakukan percepatan, melalui pembangunan yang dilakukan bersamaan antara stasiun di Balaraja dengan Cikarang, sehingga asas kemanfaatannya bisa dirasakan lebih cepat oleh masyarakat Banten.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan, proyek kontruksi ini sudah dimulai sejak Agustus 2024 lalu.
Sehingga pembangunannya bisa simultan, tidak hanya menunggu dari timur, tetapi kita juga mulai dari barat.
“Itu tadi sempat ada usulan begitu dari pihak MRT,” kata Tri, seusai mendampingi Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan jajaran Direktur PT MRT Jakarta di kantornya, KP3B, Kota Serang, Selasa (19/8/2025).
Menurut Tri, proyek MRT Cikarang-Balaraja ini konsepnya akan disamakan dengan MRT Lebak Bulus-Serpong, yakni melalui pendekatan Bisnis to Bisnis (BtoB). Artinya, para pengembang yang akan dilakukan oleh MRT itu akan terlibat aktif dalam proses pembangunanya.
Baca Juga: Program Bang Andra Diklaim Perkuat Konektivitas Antar Desa
Berdasarkan masterplan yang dirancang, MRT Kembangan-Balaraja ini akan akan melewati 14 stasiun dan satu Depo yakni Balaraja dengan panjang jalur mencapai 29,9 km dan diestimasikan dapat menampung penumpang sebanyak 1.158.100 pada tahun 2035.
Dari 14 stasiun itu, ada empat stasiun yang berada di wilayah pengembang, yakni Alam Sutera, Paramoundt Land, SUmmarecon Serpong, Summarecon Tangerang dan Lippo Land.
“Karena proyek in ikan akan mendapatkan keuntungan luar biasa bagi mereka. Untuk memastikan itu berjalan dengan baik, Pemprov Banten siap memfasilitasi,” ujarnya.
Ada beberapa pertimbangan pemilihan jalur itu, salah satunya potensi mitra Kerjasama di sepanjang jalur yang akan dilalui sehingga meminimalisir beban pemerintah. Apalagi, proyek ini merupakan bagian dari pengembangan jaringan MRT Jakarta, khususnya rute East-West Line, yang melibatkan lelang internasional untuk kontraktor utama dari Jepang.
“Termasuk kajiannya sudah dilakukan oleh pihak Jepang,” ucapnya.
Kedepan, diakui Tri, secara tata ruang pengembangan MRT itu sudah diselaraskan dengan RTRW Provinsi Banten. Bahkan kedepan ada rencana untuk melanjutkan sampai ke Serang.
Baca Juga: Pemprov Banten Klaim Cadangan Pangan Dimusim Kemarau Aman
“Untuk konsepnya kita belum tahu apakan MRT, LRT atau apa. Tapi yang jelas soutcut-nya sudah kita masukkan dalam program jangka panjang,” imbuhnya.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan, Provinsi Banten sebagai wilayah yang berbatasan dengan DK Jakarta membutuhkan dukungan transportasi publik.
“Sebagian Provinsi Banten itu berbatasan dengan Jakarta, dan kemudian banyak warga Banten yang bekerja di Jakarta. Oleh karena itu, perlu diupayakan transportasi massal,” ungkapnya.
Andra menyampaikan apresiasi atas kunjunngan PT MRT Jakarta yang berkunjung dan berdiskusi terkait rencana penambahan rute MRT untuk di wilayah Provinsi Banten.
“Secara prinsip, kami senang dengan kunjungan ini karena itu kami mendapat gambaran utuh supaya ini bisa terwujud. Ini menambahkan semangat kami, untuk support supaya ini bisa terwujud,” imbuhnya.
Andra Soni juga berharap, dengan kedepannya dengan adanya penambahan rute MRT di Provinsi Banten dapat menumbuhkan kawasan ekonomi baru dan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Fantastis, Anggaran Revitalisasi Situ Cikedal Mencapai Rp9,7 Miliar
“Kalau kita bicara tentang MRT itu dengan adanta stasiun baru, maka akan ada pertumbuhan ekonominya,” jelasnya.
Sementara, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menuturkan kunjungan ke Pemprov Banten untuk membahas terkait rencana penambahan rute MRT.
“Kita melakukan audiensi ke Pak Gubernur dalam rangka tindak lanjut untuk ekspansion line, menindaklanjuti transportasi publik bisa menjangkau seluruh wilayah yang puncaknya ke Jakarta,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tuhiyat menuturkan rencana penambahan rute MRT tersebut yaitu Balataja-Kembangan. Sehingga pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Ini kita lakukan koordinasi terkait dengan rute masterpland arah Balaraja- Kembangan,” pungkasnya. (luthfi)
