SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Aksi pencurian meresahkan pelaku usaha Petshop di Jalan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Petshop milik Tesya Novitasari itu dibobol kawanan maling pada, Senin (18/8/2025) sekitarnya pukul 03.00 WIB. Pencuri membawa kabur puluhan produk dari berbagai merek.
Tesya menjelaskan, kedua pelaku beraksi dengan cepat dan berhasil membawa kabur berbagai barang dagangan dan uang tunai. Kata dia, total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp13 juta.
“Dia kurang lebih membawa barang 20 karung dan uang tunai Rp3 juta. Barang ada dari berbagai merek, ada juga dua karung posisinya sudah di luar tapi karena ketahuan tidak terbawa sama mereka. Kerugian di barang saja 10 juta lebih, dan uang tunai 3 juta,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (20/8).
Dirinya menjelaskan, pelaku membobol pintu utama toko dan langsung menggasak barang-barang. Aksi tersebut sempat dipergoki oleh pemilik ruko yang disewa Tesya, namun para pelaku langsung melarikan diri dengan kendaraan Toyota Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi B 1673 VKH.
Ironisnya, pembobolan ini bukan kejadian tunggal. Kata Tesya, berdasarkan penelusurannya, pelaku usaha petshop di kawasan Tangsel, dalam beberapa waktu terakhir tercatat lebih dari 10 toko petshop yang menjadi korban pencurian dengan modus serupa.
“Kita merasa usaha di kampung sendiri akan aman saja selama ini, ternyata sudah banyak petshop yang kebobolan. Kemudian kita telusuri banyak bukti CCTV yang dilepas setiap mereka beraksi. Setelah kita telusuri beberapa teman petshop ternyata memang setelah lebaran ini sudah banyak petshop yang menjadi korban,” jelasnya.
Baca Juga: SDN Kademangan 02 Setu Langganan Krisis Air, Sekolah Minta Solusi Permanen
Tesya menduga kuat bahwa rentetan kasus pencurian yang dialami oleh para pengusaha petshop di Tangsel, pelakunya orang yang sama. Tuduhan itu cukup mendasar dengan ciri kendaraan yang mereka gunakan dan kesaksian orang yang sempat melihat wajah para pelaku sebelum melarikan diri.
Tesya melanjutkan, sudah beberapa petshop yang melapor kepada pihak berwajib tapi belum ada titik terang. Akhirnya, ia memutuskan tidak melaporkan kejadian itu ke polisi dan memilih untuk memviralkan kejadian tersebut di media sosial (medsos).
“Ada beberapa toko petshop yang sudah laporan tetapi tidak ada tindak lanjut. Kalau yang lapor polisi itu toko lain, kita memang belum lapor, karena kita dengar teman-teman hanya laporan tapi tidak ada tindak lanjut, kayanya akan percuma juga kalau kita lapor. Jadi kita ambil jalur viral saja,” tegasnya.
Menurutnya, langkah itu dilakukan agar masyarakat terkhusus pemilik usaha lainnya dapat lebih berhati-hati dan waspada adanya kawanan pencuri yang berkeliaran bebas di kota Tangsel.
“Semoga dengan adanya postingan ini bisa membantu kami para korban pencurian agar tidak terjadi hal yang serupa, karena kejadian ini cukup meresahkan dan merugikan kami selaku UMKM di Kota Tangerang Selatan, mohon kerjasama dan bantuannya agar bisa teratasi dan bisa berhati-hati dengan plat No mobil tersebut,” himbauannya.
Sementara, Kapolsek Serpong, Komisaris Polisi Suhardono membenarkan peristiwa tersebut. Unit Reskrim Polsek Serpong pun telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Kata dia, titik pencurian yang sudah diketahui berasa di wilayah Serua, Pondok Aren, dan Serpong.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Selatan Kamis 13 Agustus 2026, Cek Lokasi dan Jadwalnya
“Sementara unit reskrim ke tkp dan sudah ketemu dengan korban. Dikaranekan tkp di Serua, Pondok Aren, Jelupalang Serpong, korban kami arahkan korban untuk membuat LP dan sudahh buat LP di Polres keterangan dari saksi,” bebernya.
Suhardono menambahkan, video rekaman kamera pengintai CCTV yang beredar di media sosial rupanya terjadi di wilayah Ciledug, Kota Tangerang. “Unggahan medsos tempat kejadian perkara Pasar Lembang Cileduk,” pungkasnya. (eko)

















