Minggu, 27 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Merawat Tradisi dan Doa dari Kelenteng Lewat Ruwat Bumi dan Kirab Budaya

Oleh Made Nusantara
Minggu, 27 Sep 2026 18:18 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Merawat Tradisi dan Doa dari Kelenteng Lewat Ruwat Bumi dan Kirab Budaya

KIRAB BUDAYA: Joli diarak oleh peserta Kirab Budaya dan Ruwat Bumi di Kota Tangerang. ISTIMEWA

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Riuh musik tradisional menyambut siang di Jalan Pintu Air Timur, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Minggu (27/9/2026) tadi. Dari kejauhan, suara alat musik masyarakat etnik peranakan terdengar bersahut-sahutan.

Sementara di sepanjang jalan, warga berjejal. Sebagian berdiri di tepi, sebagian lainnya mengabadikan arak-arakan dengan telepon genggam. Hari ini, Tangerang seolah menjadi panggung besar bagi tradisi yang telah hidup lintas generasi.

Sebanyak 90 joli atau tandu diarak dalam Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 2026, puncak perayaan Sejit Yang Mulia Suci Kongco Tjie Thien Ta Sen sekaligus HUT ke-43 Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio atau Vihara Dhamma Budhi Bhakti.

Bukan hanya masyarakat Tionghoa dari Tangerang dan Jabodetabek yang datang. Peserta kirab turut berdatangan dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Serang, Jawa Tengah hingga Palembang, Sumatera Selatan. Joli-joli itu bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan Kota Tangerang. Di belakangnya, tradisi, doa, dan harapan dibawa bersama dalam sebuah arak-arakan yang tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga peristiwa kebudayaan.

Pendiri Vihara Dhamma Bhakti, Romo Benny Susanto, mengatakan tujuh dari 90 joli merupakan milik tuan rumah. Sebanyak 83 lainnya berasal dari berbagai vihara dan kelenteng di sejumlah daerah. “Yang datang dari Palembang ada, Jawa Tengah ada, Jawa Barat, Serang Banten juga ada. Total semua 90, tetapi joli tuan rumah tujuh. Berarti yang ikut 83 joli atau tandu,” ujar Benny.

Menurut Benny, kirab bukan sekadar prosesi mengarak joli dari satu tempat ke tempat lain. Di dalamnya terdapat tradisi ruwat bumi sebuah doa bersama agar berbagai persoalan yang terjadi di muka bumi dapat dilepaskan dan masyarakat memperoleh keselamatan, kedamaian, serta kesejahteraan. Tradisi itu, kata dia, merupakan warisan yang diteruskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga: Delapan Kelurahan di Tangerang Selatan Alami Kekeringan, Butuh Pasokan Air Bersih

“Ini sebenarnya kebudayaan yang turun-temurun. Untuk membebaskan dari segala permasalahan di muka bumi ini. Dengan dewa-dewa yang kita persembahkan waktu doa, semoga semuanya terbebas,” katanya. Makna itu pula yang membuat kirab tidak berhenti di lingkungan kelenteng. Arak-arakan justru dibawa keluar, menyusuri jalan-jalan kota dan bertemu langsung dengan masyarakat.

Sepanjang rute, warga memenuhi sisi jalan. Ada yang sekadar menyaksikan, ada pula yang mengabadikan kemeriahan prosesi. Bagi Benny, antusiasme tersebut menjadi bagian penting dari keberlangsungan tradisi.

BeritaTerbaru

Kekeringan di Tangsel Meluas, 317 Kepala Keluarga dan Satu Sekolah Dasar Terdampak

Delapan Kelurahan di Tangerang Selatan Alami Kekeringan, Butuh Pasokan Air Bersih

Minggu, 27 Sep 2026 16:51 WIB
Menteri PPPA Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Selesual terhadap Siswa di Tangsel

Menteri PPPA Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Siswa di Tangsel

Minggu, 27 Sep 2026 16:48 WIB
BARANG BUKTI : Dua alat berat yang biasa digunakan menggali tanah, diamankan penyidik Polda Banten sebagai barang bukti pertambangan ilegal. (ISTIMEWA)

Tambang Ilegal Kembali Ditutup, Dua Tersangka Diamankan ke Mapolda Banten

Minggu, 27 Sep 2026 13:00 WIB
7 Pasangan Bukan Suami Istri Terciduk Ngamar oleh Satpol PP Kota Tangerang

7 Pasangan Bukan Suami Istri di Kota Tangerang Terciduk Ngamar

Minggu, 27 Sep 2026 12:57 WIB

“Masyarakat Tangerang saya merasa bangga karena mereka antusias sekali. Dari ujung sampai ke ujung saya keliling, semuanya dipenuhi penonton,” ujarnya. Ia berharap kirab membawa keberkahan sekaligus memperkuat suasana aman, damai, tenteram, dan harmonis. “Semoga Indonesia aman, sentosa, damai, tenteram, bahagia,” kata Benny.

Di balik kemeriahan 90 joli, terdapat sebuah cara pandang yang tidak kalah penting: menghormati sejarah. Jumlah peserta kirab tahun ini sengaja dibatasi. Benny menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yang pernah diraih Vihara Dhamma Bhakti pada 2019, ketika 124 joli terlibat dalam kirab.

Benny mengatakan, rekor tersebut hingga kini belum terpecahkan. Karena itu, ia tidak ingin jumlah peserta tahun ini melampaui capaian tersebut. “Tahun 2019 saya dapat MURI, Vihara ini total 124 joli. Karena sampai saat ini belum terpecahkan, saya tidak mau lagi lebih banyak, kecuali sudah ada yang memecahkan,” katanya. Namun, angka bukan satu-satunya hal yang diperhatikan.

Benny juga menyusun peserta berdasarkan usia dan sejarah kelenteng. Dari sekitar 160 vihara dan kelenteng yang memiliki joli dan berpotensi diundang, sebagian di antaranya merupakan tempat ibadah yang telah berusia ratusan tahun.

Baca Juga: Menteri PPPA Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Siswa di Tangsel

Kelenteng Tanjung Kait, misalnya, disebut telah berusia sekitar 400 tahun. Begitu pula Dhanagun Bogor yang turut disebut sebagai salah satu kelenteng tua. Dalam barisan kirab, kelenteng-kelenteng tua ditempatkan di posisi depan. Bukan tanpa alasan. Bagi Benny, posisi tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap perjalanan sejarah dan keberadaan kelenteng yang telah lebih dahulu menjaga tradisi.

“Kita biasa menyusun, menghargai kelenteng-kelenteng tua, duduknya ditaruh yang paling depan. Yang baru 10 tahun, 15 tahun, saya taruh di belakang,” ujarnya. Dengan cara itu, kirab tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan tradisi, tetapi juga menjadi semacam panggung untuk mengingat dari mana tradisi tersebut berasal.

Kirab tahun ini juga menyimpan sebuah rencana yang lebih jauh. Benny membayangkan perayaan ulang tahun ke-50 Vihara Dhamma Bhakti, tujuh tahun mendatang, menjadi momentum untuk membawa kirab ke skala internasional. Tradisi kirab di vihara tersebut, kata Benny, digelar setiap tujuh tahun. Jika perhitungan itu berlanjut, perayaan berikutnya akan bertepatan dengan usia ke-50. Ia berharap komunitas dari negara-negara lain dapat ikut ambil bagian, seperti China, Taiwan, Singapura, dan Malaysia.

“Ini ulang tahun yang ke-43. Tujuh tahun sekali saya kirab di sini. Berarti 43 tambah tujuh, 50. Nanti ulang tahun emas 50, saya mau bajakin. Kemungkinan kalau ada jodoh, saya mau ajak Cina, Taiwan, Singapura, Malaysia bersama-sama untuk kirab,” katanya.

Bayangan itu memperlihatkan bagaimana sebuah tradisi lokal dapat dibayangkan melampaui batas wilayah. Joli-joli yang hari ini bergerak dari berbagai kota di Indonesia, kelak diharapkan dapat bertemu dengan tradisi serupa dari negara lain. Bagi Benny, keberlangsungan kirab juga tidak bisa dilepaskan dari kebudayaan.

Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk menonjolkan kelenteng atau kepentingan keagamaan. Kirab, menurut dia, berada di persimpangan antara ritual, sejarah, kesenian, dan kebudayaan masyarakat. Karena itu, sejak persiapan kegiatan, pihaknya berkoordinasi dengan unsur kebudayaan agar dua sisi tersebut dapat berjalan beriringan.

“Saya katakan bahwa kirab ini bukan saya hanya mementingkan atau menonjolkan kelenteng-kelenteng. Saya bekerja sama dengan kebudayaan. Sebab, keagamaan dan kebudayaan harus saling beriringan. Baru bisa berjalan dengan baik,” tuturnya. Dari Jalan Pintu Air Timur, pesan itu kemudian bergerak bersama 90 joli: bahwa tradisi tidak selalu harus tinggal di balik tembok tempat ibadah. Ia dapat keluar, menyapa jalanan, bertemu masyarakat, dan menjadi bagian dari ingatan bersama sebuah kota.

Benny berharap dukungan pemerintah, terutama dari bidang kebudayaan dan pariwisata, dapat terus diberikan. Menurut dia, kolaborasi tersebut bukan hanya membantu menjaga tradisi, tetapi juga dapat mengangkat Kota Tangerang sebagai ruang perjumpaan berbagai kebudayaan. “Itulah makanya saya bilang, nanti yang akan datang, saya berharap dari kebudayaan, pariwisata mendukung kita untuk mengangkat Kota Tangerang,” katanya.

Minggu itu, Tangerang bukan sekadar menyaksikan sebuah arak-arakan. Di antara bunyi musik, joli yang dipanggul, dan warga yang memenuhi tepi jalan, sebuah tradisi sedang diceritakan kembali tentang doa, tentang penghormatan kepada sejarah, dan tentang bagaimana kebudayaan berusaha tetap berjalan di tengah perubahan zaman. (made)

 

Tags: HUT ke-43 Kelenteng Tjie Thien Ta Sen BioKirab Budaya dan Ruwat Bumi 2026 Kota TangerangMerawat Tradisi dan Doa dari Kelenteng Lewat Ruwat Bumi dan Kirab BudayaSejit Yang Mulia Suci Kongco Tjie Thien Ta SenVihara Dhamma Bhakti Neglasari
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

MENGAMANKAN BARBUK : Penyidik Ditreskrimsus Polda Banten, mengamankan barang bukti kencingan solar bersubsidi. (ISTIMEWA)
Banten Region

Pelaku Kencingan Solar Bersubsidi Diamankan, Polda Banten Lakukan Pendalaman

Minggu, 27 Sep 2026 12:47 WIB
BERKUNJUNG : Gubernur Banten Andra Soni, mengunjungi kediaman keluarga Arie Basuki, jurnalis merdeka.com yang hilang kontak di Selat Sunda, di Palem Ganda Asri Limo, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Jumat (25/9/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Beri Dukungan Moril, Gubernur Andra Kunjungi Keluarga Dua Jurnalis yang Hilang di GAK

Sabtu, 26 Sep 2026 17:20 WIB
SIMBOLIS: Katib Ma’had Tarbiyatul Mubtadiin, H. Mohamad Saepudin, secara simbolis memberikan sertifikat penghargaan kepada salah satu santri berprestasi di ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026. (ISTIMEWA)
Kabupaten Tangerang

Santri Tarmub Borong Prestasi, dari OMI hingga Pencak Silat

Sabtu, 26 Sep 2026 16:31 WIB
HADIRI MUSDA ICMI -- Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-3 Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Tangerang, di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Sabtu (26/9/2026). (ISTIMEWA)
Kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang Harap Musda ICMI Lahirkan Solusi Konstruktif bagi Pembangunan Daerah

Sabtu, 26 Sep 2026 16:26 WIB
Puskesmas Cisoka Rutin Pantau Kesehatan Pasien ODGJ, Kunjungi Rumah Warga
Kabupaten Tangerang

Puskesmas Cisoka Rutin Pantau Kesehatan Pasien ODGJ, Kunjungi Rumah Warga

Jumat, 25 Sep 2026 21:34 WIB
Edukasi

Universitas Raharja Tuan Rumah Seminar Internasional, Bahas AI Berorientasi Kesejahteraan Manusia

Jumat, 25 Sep 2026 17:45 WIB
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

Pemkot Tangerang Targetkan MoU Penataan Jalan Kiasnawi dan Stasiun Tangerang Rampung Oktober

Pemkot Tangerang Targetkan MoU Penataan Jalan Kiasnawi dan Stasiun Tangerang Rampung Oktober

Senin, 21 Sep 2026 16:55 WIB
Pembangunan Infrastruktur Tangsel Dikebut, Ditargetkan Rampung 100 Persen Desember

Pembangunan Infrastruktur Tangsel Dikebut, Ditargetkan Rampung 100 Persen Desember

Kamis, 24 Sep 2026 17:30 WIB
Gudang Telur Terbakar di Serpong Utara, Diduga Akibat Pembakaran Sampah

Perubahan APBD 2026 Tangsel Disahkan, Anggaran Penanganan Kebakaran Ditambah

Selasa, 22 Sep 2026 08:06 WIB
Polresta Tangerang Tangkap Seorang Pria di Jayanti, Usai Simpan 14,52 Gram Sabu di Kontrakan

Polresta Tangerang Tangkap Seorang Pria di Jayanti, Usai Simpan 14,52 Gram Sabu di Kontrakan

Kamis, 24 Sep 2026 21:10 WIB
Anak DBD Disuruh Pulang, Layanan Puskesmas Warunggunung Lebak Dikeluhkan

Anak DBD Disuruh Pulang, Layanan Puskesmas Warunggunung Lebak Dikeluhkan

Senin, 21 Sep 2026 20:08 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.