SATELITNEWS.COM, LEBAK–Pelayanan Puskesmas Warunggunung, Kabupaten Lebak, dikeluhkan keluarga pasien. Seorang anak yang mengalami demam tinggi hingga mencapai 40 derajat Celsius disebut hanya mendapat pemeriksaan awal sebelum diminta kembali ke rumah.
Peristiwa tersebut dialami keluarga Budi pada Jumat (18/9/2026) dini hari. Saat itu, anaknya telah mengalami demam selama hampir tiga hari. Kondisinya kemudian memburuk dengan suhu tubuh tinggi, bahkan disertai kejang dan sempat kehilangan kesadaran.
Karena khawatir dengan kondisi tersebut, istri Budi membawa anaknya ke Puskesmas Warunggunung sekitar pukul 01.30 WIB untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, menurut Budi, penanganan yang diterima di fasilitas kesehatan tersebut tidak seperti yang diharapkan. Setelah dilakukan pemeriksaan suhu, keluarganya disebut diminta pulang karena ruang perawatan sedang penuh.
“Panasnya sudah mencapai 40 derajat. Anak juga sempat kejang dan tidak sadar. Kami datang karena ingin mendapat pertolongan, tetapi katanya tempat perawatan penuh,” ujar Budi kepada wartawan, Senin (21/9/2026).
Ia mengaku semakin kecewa karena saat itu keluarganya berharap ada solusi lain, termasuk kemungkinan pasien dirujuk ke rumah sakit apabila memang tidak memungkinkan menjalani perawatan di puskesmas. “Kalau memang penuh, seharusnya ada solusi atau dirujuk. Istri saya akhirnya membawa anak pulang,” katanya.
Sesampainya di rumah, keluarga kemudian meminta bantuan tenaga kesehatan untuk memberikan penanganan. Anak tersebut selanjutnya dibawa ke fasilitas kesehatan swasta karena demam tak kunjung turun. Pemeriksaan darah di fasilitas kesehatan tersebut, kata Budi, menunjukkan anaknya mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD). “Setelah diperiksa darah, hasilnya DBD. Itu yang membuat kami kecewa karena sebelumnya sudah datang ke Puskesmas dan meminta solusi, tetapi akhirnya disuruh pulang,” ungkapnya.
Baca Juga: Warga Cibuah, Lebak Dihebohkan Penemuan Bayi Laki – Laki
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Eka Dharmana Putera membantah adanya penolakan terhadap pasien. Menurut dia, persoalan tersebut berkaitan dengan kondisi tempat tidur perawatan di Puskesmas Warunggunung yang saat itu penuh. “Bukan ditolak. Pasien ingin dirawat, tetapi tempat tidurnya memang penuh,” kata Eka.
Eka menjelaskan, keluarga pasien juga menginginkan pemeriksaan laboratorium. Namun, pada saat kedatangan pasien di malam hari, pelayanan pemeriksaan laboratorium belum tersedia sehingga keluarga diarahkan untuk datang kembali pada pagi hari. “Dia ingin diperiksa lab, tetapi pelayanan lab adanya pagi, sehingga dianjurkan datang pagi,” ujarnya.
Meski demikian, Eka menegaskan pelayanan terhadap pasien dalam kondisi gawat darurat harus menjadi prioritas. Apabila kemampuan penanganan di puskesmas tidak mencukupi, pasien semestinya mendapatkan tindakan medis awal dan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit. “Pada prinsipnya, bila gawat darurat, tindakan medis harus segera dilakukan. Apabila tidak tertangani di puskesmas, segera dirujuk ke RSUD,” tegasnya.
Dinkes Lebak juga memastikan persoalan tersebut ditindaklanjuti. Tim dari Puskesmas Warunggunung telah mendatangi kediaman pasien untuk melakukan pemeriksaan lanjutan sekaligus penelitian epidemiologis (PE) guna memastikan kondisi pasien dan menelusuri kemungkinan penularan DBD di lingkungan sekitar.(mulyana)
















