SATELITNEWS.COM, SERANG – Kekeringan di Kabupaten Serang semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, menyebut seluruh 29 kecamatan di wilayah tersebut kini telah mengajukan permohonan pendistribusian air bersih.
Permohonan bantuan air bersih datang dari berbagai wilayah, mulai dari kawasan hilir atau pesisir hingga daerah pegunungan yang terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengatakan, bahwa kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak kekeringan saat ini sudah semakin meluas.
Pihaknya pun telah menetapkan status siaga bencana kekeringan sejak sekitar dua bulan lalu.
“Sudah meluas. Dan kita pun sudah tetapkan status siaga bencana kekeringan,” ujarnya, Senin (21/9/2026).
Kata Ajat, status siaga tersebut masih dapat ditingkatkan menjadi tanggap darurat apabila kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan dan memenuhi sejumlah indikator kebencanaan.
Baca Juga: Sudah 20 Kecamatan di Kabupaten Serang Terdampak Kekeringan
Namun demikian, pihaknya berharap kondisi tersebut tidak sampai meningkat menjadi status tanggap darurat. Terlebih, dalam beberapa hari terakhir hujan mulai turun di sejumlah wilayah.
“Kita tidak berharap tanggap darurat akan terjadi. Mudah-mudahan tanggap darurat tidak akan terjadi,” tambahnya.
Ajat mengungkapkan saat ini BPBD masih melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan curah hujan di sejumlah wilayah. Pihaknya juga tengah mencari informasi untuk memastikan apakah hujan yang turun belakang ini di beberapa daerah merupakan hujan alami atau hasil rekayasa cuaca.
Ajat mengatakan, di tengah kondisi kekeringan yang masih terjadi, BPBD Kabupaten Serang terus melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Data permohonan dan realisasi pengiriman air bersih terus diperbarui setiap hari.
“Setiap hari ada. Untuk lebih jelasnya silakan lihat di kanal kita, baik di Facebook ataupun Instagram. Itu selalu kita update,” ujarnya.
Untuk mendukung penanganan kekeringan, Ajat menyampaikan jika saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan usulan Dana Siap Pakai (DSP) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca Juga: Kekeringan Meluas di Tangsel, 421 KK Terdampak dan 576 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan
Usulan tersebut diperlukan untuk mendukung kebutuhan operasional selama proses pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak, termasuk BBM.
“Sekarang kita sedang berupaya mengusulkan dana siap pakai dari BNPB. Ini sedang kita proses, kalau untuk airnya kita free dari PDAM,” ungkapnya.
Ajat menjelaskan, dalam kondisi status siaga kekeringan, pemerintah daerah belum dapat menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan tersebut. Penggunaan BTT baru dapat dilakukan apabila status bencana meningkat menjadi tanggap darurat.
“Kita tinggal follow up ke BNPB untuk meminta dana siap pakai atau DSP untuk siaga kekeringan ini. Karena kalau masih status siaga kekeringan, kita tidak bisa menggunakan BTT. Kecuali kalau statusnya naik menjadi tanggap darurat, baru kita bisa pakai BTT,” tuturnya. (sidik)
















