SATELITNEWS.COM, LEBAK—Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Lebak diserbu warga. Di tengah antusiasme masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan, Gubernur Banten Andra Soni menyoroti temuan Hipertensi dan Diabetes yang masih banyak ditemukan.
Kegiatan CKG yang digelar Pemprov Banten bersama Pemkab Lebak di GIR Ona, Rangkasbitung, Senin (21/9/2026), dipadati masyarakat. Warga tampak mengantre untuk mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol hingga pemeriksaan lainnya.
Andra Soni mengatakan, pelaksanaan CKG di Kabupaten Lebak hingga kini telah mencapai sekitar 56 persen. Angka tersebut setara dengan kurang lebih 800 ribu warga yang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.
“Capaian Kabupaten Lebak adalah 56 persen warga dengan jumlah sekitar 800 ribu telah melaksanakan cek kesehatan gratis. Kita berharap mudah-mudahan kita bisa memberikan derajat kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat melalui program CKG ini,” kata Andra, usai membuka acara tersebut.
Menurut Andra, program pemeriksaan kesehatan gratis tidak hanya bertujuan memberikan layanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui penyakit yang berpotensi membahayakan jika tidak ditangani sejak dini. Dari pelaksanaan CKG di wilayah Banten, kata dia, hipertensi dan diabetes menjadi dua penyakit yang cukup banyak ditemukan.
“Provinsi Banten sudah 7,2 juta warga Banten telah melaksanakan CKG. Lagi-lagi kami menemukan banyak temuan terkait Hipertensi dan Diabetes,” ujarnya. Andra mengatakan, kondisi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara rutin. Edukasi juga terus dilakukan melalui puskesmas dan rumah sakit agar masyarakat tidak mengabaikan kondisi kesehatannya.
Baca Juga: Dislipidemia dan Obesitas Jadi Temuan Tertinggi CKG di Kota Tangerang
“Kita melakukan edukasi kepada masyarakat melalui puskesmas-puskesmas atau RSUD agar masyarakat lebih aware terhadap kesehatannya,” katanya. Ia menegaskan, kesehatan merupakan sesuatu yang harus diupayakan dan dijaga sejak dini. Pemerintah pun terus memperkuat layanan kesehatan, baik melalui pemeriksaan gratis maupun pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kesehatan itu mahal, kesehatan itu perlu diupayakan. Pemerintah pusat dengan CKG, pengobatan gratis dengan mengobati yang sakit di RSUD dan upaya-upaya lainnya yang dilakukan dinas kesehatan,” tutur Andra.
Dia juga mengapresiasi Pemkab Lebak yang dinilai telah berkomitmen mendukung pelaksanaan CKG. Ia berharap partisipasi masyarakat terus meningkat sehingga semakin banyak warga yang mengetahui kondisi kesehatannya. “Saya ucapkan terima kasih kepada Pemkab Lebak yang sudah berkomitmen dan kepada seluruh warga Banten yang sudah menyukseskan CKG ini,” ucapnya.
Sementara, Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya mengatakan hipertensi menjadi salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian serius. Tekanan darah tinggi, kata dia, dapat memicu komplikasi apabila tidak dikendalikan. “Hipertensi ini tekanan darah tinggi, ya. Ini bisa memicu komplikasi penyakit-penyakit lainnya,” kata Hasbi.
Menurut Hasbi, pemerintah telah menyediakan layanan dan obat-obatan secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan melalui fasilitas kesehatan milik pemerintah. “Obat disediakan secara gratis oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak maupun provinsi,” ujarnya.
Hasbi optimistis capaian CKG di Kabupaten Lebak dapat terus meningkat hingga memenuhi target 60 persen. Ia meminta pemeriksaan kesehatan terus dilakukan agar masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya menjaga kesehatan. “Bismillah tercapai, dengan melakukan pemeriksaan terus-menerus,” katanya.
Baca Juga: CKG di Lebak Diserbu Warga
Antusiasme mengikuti CKG juga dirasakan warga. Lina, warga Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, mengaku terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut. “Ini program Pak Gubernur untuk menyehatkan warga Indonesia, untuk mengecek kesehatan gratis. Ada kolesterol, gula darah, cek hipertensi dan rontgen juga,” kata Lina.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena warga dapat mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus mengeluarkan biaya. “Sangat bermanfaat sekali untuk masyarakat. Sekarang kan lagi banyak penyakit gula darah. Jadi adanya acara ini masyarakat antusias sekali,” pungkasnya.(mulyana)
















