SATELITNEWS.COM, LEBAK – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mendapat sambutan antusias masyarakat Kabupaten Lebak. Ratusan warga, mayoritas kaum ibu, memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di halaman Kantor Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Sabtu (8/8/2026).
Sejak pagi, warga terlihat berdatangan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Layanan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan medis tanpa harus pergi jauh ke fasilitas kesehatan.
Kegiatan itu merupakan bagian dari layanan mobile clinic yang dilaksanakan Puskesmas Warunggunung bersama Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Selain CKG, masyarakat mendapat sejumlah pelayanan medis mulai dari pemeriksaan kesehatan umum hingga pemeriksaan penunjang.
Warga dapat menjalani pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, pemeriksaan fisik, rontgen, hingga ultrasonografi (USG), termasuk bagi ibu hamil. Setelah pemeriksaan, warga juga mendapatkan penanganan atau pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean di sejumlah titik pelayanan. Sebagian warga datang untuk memastikan kondisi kesehatan mereka, sementara lainnya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pemeriksaan yang selama ini belum sempat dilakukan.
Irna (35), warga Kampung Cipanday, mengaku terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan yang hadir langsung di lingkungan desa. Menurutnya, keberadaan layanan tersebut membuat masyarakat lebih mudah memeriksakan kesehatan, terutama warga lanjut usia, ibu hamil, maupun masyarakat yang ingin mengetahui kadar gula darah dan tekanan darah.
Baca Juga: Hipertensi-Diabetes Jadi Temuan Dominan CKG di Lebak
“Alhamdulillah sangat membantu. Warga tidak perlu jauh-jauh untuk memeriksakan kesehatan. Ibu hamil juga bisa diperiksa, begitu juga orang tua yang mau cek tekanan darah atau gula darah,” kata Irna. Dia berharap pelayanan serupa dapat kembali digelar di wilayah pedesaan. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan yang datang langsung ke tengah masyarakat dapat mendorong warga lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
“Semoga mobile clinic seperti ini bisa terus dilakukan sehingga masyarakat semakin terbantu dan mau rutin memeriksakan kesehatan,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Warunggunung, Hj Neng Susilawati, mengatakan pelaksanaan mobile clinic di Desa Sukarendah merupakan bagian dari program Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Dalam pelaksanaannya, layanan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk meningkatkan cakupan CKG di wilayah kerja Puskesmas Warunggunung.
“Pelayanan mobile clinic ini mencakup pemeriksaan fisik, laboratorium, rontgen, USG dan pengobatan sesuai hasil pemeriksaan. Kami juga sekaligus melaksanakan Cek Kesehatan Gratis,” kata Neng.
Ia menjelaskan, pemeriksaan laboratorium yang diberikan kepada warga antara lain meliputi pengecekan kadar gula darah, kolesterol dan asam urat. Seluruh layanan tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang menjadi sasaran.
Tidak hanya kelompok tertentu, seluruh warga Desa Sukarendah mendapat kesempatan mengikuti pemeriksaan. Pihak puskesmas tidak menetapkan batasan berdasarkan usia ataupun wilayah kampung. “Semua warga Desa Sukarendah bisa memanfaatkan layanan ini. Tidak ada pembatasan usia maupun kampung,” ujarnya.
Baca Juga: Bangun Kesadaran Masyarakat, Rutan Pandeglang Gelar Cek Kesehatan Gratis
Di tengah tingginya antusiasme warga, Puskesmas Warunggunung masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan cakupan CKG. Hingga akhir Juli 2026, pelaksanaan CKG di wilayah kerja puskesmas tersebut baru mencapai 42,4 persen dari total sasaran yang tersebar di enam desa.
Neng mengatakan angka tersebut mencakup pemeriksaan CKG umum di seluruh wilayah kerja Puskesmas Warunggunung. Kondisi itu menunjukkan masih banyak masyarakat yang perlu didorong agar bersedia melakukan pemeriksaan kesehatan meski layanan telah tersedia secara gratis. “Untuk pemeriksaan CKG sampai Juli sudah mencapai 42,4 persen. Itu secara keseluruhan CKG umum yang mencakup enam desa,” katanya.
Menurut Neng, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan meskipun seseorang tidak sedang merasakan keluhan. Pemeriksaan dini dapat membantu menemukan gangguan kesehatan maupun faktor risiko penyakit sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat.
Ia mengakui masih terdapat masyarakat yang memilih tidak memeriksakan kesehatan karena merasa tubuhnya dalam kondisi baik. Padahal, sejumlah penyakit atau faktor risiko dapat diketahui melalui pemeriksaan sebelum menimbulkan gejala yang lebih berat. Karena itu, puskesmas terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program CKG yang telah disediakan pemerintah.
“Kami berharap seluruh masyarakat mau memeriksakan kesehatannya. Kalau ada kelainan bisa diketahui lebih awal dan segera ditindaklanjuti pengobatannya,” tuturnya. Hasil pemeriksaan CKG, lanjut Neng, juga tercatat dalam sistem Kementerian Kesehatan. Dengan demikian, pemeriksaan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung kepada warga, tetapi juga menjadi bagian dari pencatatan kondisi kesehatan masyarakat.
Sementara untuk keberlanjutan layanan mobile clinic, Neng belum dapat memastikan apakah kegiatan serupa akan kembali digelar di wilayah tersebut. Sebab, program tersebut merupakan kewenangan Dinas Kesehatan Provinsi Banten. “Kalau mobile clinic kami belum bisa memastikan kelanjutannya karena itu program dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Alhamdulillah Puskesmas Warunggunung menjadi salah satu lokus pelaksanaannya,” katanya.
Berbeda dengan mobile clinic, program CKG dipastikan tetap berjalan karena merupakan program nasional Kementerian Kesehatan. “Untuk CKG merupakan program nasional dari Presiden dan pelaksanaannya akan terus berjalan,” ujar Neng.
Keberadaan layanan kesehatan yang mendatangi desa dinilai menjadi salah satu cara efektif memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan medis. Selain memangkas jarak, pelayanan tersebut juga memberi kesempatan kepada warga untuk mengetahui kondisi kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.
Tingginya antusiasme warga Sukarendah menjadi gambaran bahwa kebutuhan terhadap layanan kesehatan preventif masih cukup besar. Tantangannya kini bukan hanya menyediakan fasilitas pemeriksaan, tetapi memastikan masyarakat datang dan memanfaatkannya sebelum penyakit berkembang lebih serius. (mulyana)




















