SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Aktris Dakota Johnson kembali ke layar lebar lewat Materialists, romcom terbaru yang mempertemukannya dengan Chris Evans dan Pedro Pascal dalam kisah cinta segitiga penuh intrik di jantung New York City.
Film produksi A24 ini sejak awal sudah menarik perhatian publik karena memadukan bintang papan atas dengan premis satir tentang cinta dan ambisi di dunia modern.
Johnson berperan sebagai Lucy Mason, seorang mantan aktris yang gagal meniti karier, lalu beralih profesi sebagai makcomblang. Profesi barunya itu melambungkan nama Lucy di perusahaan perjodohan premium bernama Adore.
Dengan klien dari kalangan elite, Lucy dikenal tajam, percaya diri, sekaligus sinis terhadap romansa sederhana. Prinsip hidupnya tegas: hanya cinta dengan kekayaan yang pantas diperjuangkan. “Aku tidak percaya pada cinta yang miskin,” begitu katanya.
Kisah kemudian bergerak saat Lucy menghadiri pesta pernikahan salah satu kliennya. Malam itu menjadi titik balik hidupnya.
Ia bertemu Harry Castillo (Pedro Pascal), saudara mempelai laki-laki yang mapan, ramah, dan jelas menunjukkan ketertarikan padanya. Namun Lucy, dengan prinsip pragmatisnya, justru menolak Harry dan menyarankannya mendaftar sebagai klien Adore.
Baca Juga: 74,2 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo
Di pernikahan yang sama, Lucy juga dipertemukan kembali dengan John Finch (Chris Evans), mantan kekasih yang kini bekerja sebagai pelayan katering sembari tetap berusaha menembus dunia akting. Percakapan mereka singkat namun penuh kenangan. Dulu, hubungan mereka runtuh karena masalah finansial, dan kini takdir kembali mempertemukan mereka.
Sejak malam itu, Lucy menghadapi dilema. Haruskah ia membuka diri pada Harry yang merepresentasikan stabilitas dan masa depan nyaman, atau kembali ke pelukan John, cinta lama yang penuh gairah tetapi dibayangi ketidakpastian?
Trailer memperlihatkan kilasan adegan yang menggabungkan humor, sindiran sosial, hingga ketegangan emosional—sebuah pendekatan yang membuat Materialists berbeda dari romcom biasa.
Media seperti Variety dan The Hollywood Reporter menyoroti bagaimana film ini membicarakan standar sosial yang tidak masuk akal dalam percintaan modern. Melalui karakter Lucy, film ini menyingkap wajah generasi perkotaan yang kerap menimbang cinta dengan kalkulasi materi. Bahkan, IndieWire menyebut film ini sebagai “romcom dengan pertanyaan eksistensial,” memadukan satire dengan chemistry tiga bintang utamanya.
Di balik gemerlapnya, berdiri Celine Song, sutradara sekaligus penulis naskah yang sebelumnya menggemparkan dunia lewat Past Lives (2023). Materialists menawarkan warna lebih satir, ringan, namun tetap setia menggali lapisan kompleks hubungan manusia. (bbs)
