SATELITNEWS.COM, SERANG – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, memberikan bantuan nutrisi untuk 34 anak penderita stunting di Desa Pareang, Kecamatan Mekarjaya. Tujuannya, agar anak penderita stunting itu bisa mendapatkan perbaikan gizi dan bisa kembali tumbuh normal.
Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni mengatakan, bantuan yang diberikan itu merupakan bagian dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) hasil kolaborasi TP PKK Provinsi Banten dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten.
Bantuan yang diberikan itu yakni, paket nutrisi untuk 36 bayi di bawah dua tahun (baduta) serta 20 ibu hamil dan menyusui. Kata dia, penanganan stunting merupakan komitmen bersama yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam mendukung upaya menurunkan angka stunting secara berkelanjutan. Indonesia Emas 2045 merupakan visi besar yang memerlukan kesiapan sumber daya manusia unggul, sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi,” katanya, di gedung Pendopo Provinsi Banten, Selasa (26/8/2025).
“Namun untuk mewujudkan visi itu, kita harus menghadapi tantangan besar yang masih menghambat langkah kita, salah satunya adalah stunting,” sambungnya.
Dia menerangkan, stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan kognitif dan produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi tekan prevalensi stunting di Provinsi Banten.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Mulai Intervensi Balita Bermasalah Gizi di Serpong
“Saya mengajak seluruh jajaran perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia usaha untuk bersama-sama mendukung gerakan ini. Kita harus bergerak secara masif, terstruktur, dan terukur agar gerakan ini benar-benar memberikan dampak signifikan,” tambahnya.
Kepala Desa (Kades) Pareang, Kecamatan Mekarjaya, Cecep Suherman menyampaikan apresiasi kepada TP PKK dan jajaran Pemprov Banten yang telah peduli terhadap warganya. Kata dia, stunting merupakan masalah serius yang tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah desa.
Dari hasil pendataan yang dilakukan, lanjutnya, ada sebanyak 34 anak di desanya menderita stunting dan 60 keluarga berisiko stunting. Selama ini, lanjutnya, Pemerintah Desa bersama kader posyandu rutin melakukan pemantauan tumbuh kembang anak serta memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), guna mendukung perbaikan gizi keluarga.
“Stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh perangkat desa saja, tetapi membutuhkan penanganan serius dari semua pihak, termasuk masyarakat. Kita rembuk, kita keroyok bersama-sama agar prevalensi stunting di Desa Pareang bisa ditekan,” ujarnya.
“Semoga saja penanganan stunting ini bisa dilakukan secara simultan dan berkesinambungan, supaya anak penderita stunting bisa disembuhkan dan yang rawan terkena stunting bisa dicegah,” tutupnya.(adib)
























