SATELITNEWS.COM, SERANG – Di tengah hiruk-pikuk Asia Fashion Show (AFS) 2025, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, salah satu UMKM binaan APRINDO asal Jakarta, “Ghawean Dewe” tampil mencuri perhatian.
Brand yang didirikan oleh Dewi Astuti sejak 2017 ini membawa konsep unik produk berbasis batik dengan semangat zero waste dan pemberdayaan sosial masyarakat.
Nama “Ghawean Dewe” berasal dari bahasa Jawa yang berarti buatan sendiri, sejalan dengan filosofi usaha ini. Setiap produk, mulai dari boneka batik ramah lingkungan “Gawi”, pakaian anak-anak, hingga perlengkapan ibadah seperti mukena dan sajadah, dihasilkan dari sisa-sisa kain batik yang diolah kembali menjadi karya bernilai tinggi.
“Kami percaya kain perca bukan limbah, melainkan peluang. Dari sisa potongan batik, bisa lahir produk baru yang bermakna,” ujar Dewi Astuti, Kamis (28/8/2025).
Keistimewaan Ghawean Dewe, tidak hanya terletak pada produknya, tetapi juga pada misi sosialnya. Usaha ini melibatkan ibu rumah tangga, pensiunan, hingga pemuda dari sekitar Jakarta untuk berkarya dari rumah.
Mereka mendapat pelatihan membatik, menjahit, hingga pengembangan produk, sehingga tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga kepercayaan diri dan penghasilan.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Pasien, Dinkes Kabupaten Serang Siagakan Semua Puskesmas
Partisipasi Ghawean Dewe di Asia Fashion Show 2025 memberi warna tersendiri. Ajang internasional ini menghadirkan 202 perusahaan mode dari 8 negara, dengan 293 booth, dan dihadiri lebih dari 12.000 pembeli profesional. Di tengah skala besar tersebut, Ghawean Dewe menyuguhkan nilai lebih bukan hanya fashion, melainkan juga keberlanjutan dan inklusi sosial.
Acara ini sendiri, merupakan bagian dari rangkaian Hari Ritel Nasional (HRN) 2025 yang diinisiasi APRINDO. Dengan tema Kebangkitan Ritel Bertumbuh Bersama UMKM, Bergerak ke Pasar Global, HRN menekankan peran UMKM dalam menopang industri ritel nasional dan sekaligus memperluas peluang mereka di kancah global.
Ketua Panitia HRN 2025, Hans Harischandra, mengapresiasi kehadiran Ghawean Dewe.
“Konsep zero waste dan pemberdayaan masyarakat yang ditawarkan Ghawean Dewe sangat relevan dengan tren global. Di saat dunia berbicara soal keberlanjutan, UMKM Indonesia hadir dengan solusi nyata berbasis budaya lokal,” katanya.
Hans menambahkan, partisipasi UMKM di AFS 2025 adalah pintu menuju jejaring internasional. “Kami ingin memastikan karya-karya ini tidak berhenti di pameran. Dengan business matching, kami dorong agar UMKM bisa menemukan mitra distribusi, baik di Asia maupun Eropa,” ujarnya.
Asia Fashion Show 2025 ini, termasuk dalam rangkaian Hari Ritel Nasional 2025 yang puncaknya akan digelar pada 11 November 2025 mendatang. Ada juga seri Kelas UMKM Online yang berlangsung dalam tujuh sesi hingga Oktober 2025, dengan beragam tema strategis seperti Fundamental Bisnis untuk Mindset dan Mental, Adopsi Teknologi dan Operasional, Branding dan Marketing, Hybrid Selling di Era AI, Cara Memenangkan Pasar, Legalitas Usaha, hingga Ekspansi Pasar dan Siap Go Global.
Aprindo mengajak seluruh pelaku UMKM se-Indonesia untuk mengikuti program ini secara gratis, sekaligus membuka peluang untuk ikut dalam proses kurasi UMKM yang siap naik kelas. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi https://hariritelnasional.com/pendaftaran-kelas-online/. (sidik)
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, 14 Letusan Tercatat Sejak 4 September
























