SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Fenomena macet dan semrawut di Jalan Raya Serpong, tepatnya depan Pasar Serpong menjadi pemandangan rutin setiap hari. Pedagang kaki lima (PKL) yang memakan setengah badan jalan memperparah kondisi tersebut.
Pemerintah Kota Tangsel meminta Pemerintah Provinsi Banten untuk segera membangun flyover di kawasan tersebut guna mengurai kepadatan lalu lintas yang kian semrawut. Selain flyover, underpass Jombang pun masuk dalam rencana tersebut.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengungkapkan bahwa usulan pembangunan flyover tersebut telah diterima oleh Pemprov Banten dan bahkan telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten.
“Nanti insya Allah setelah penataan ini, kita sudah minta provinsi Banten dan alhamdulillah Gubernur sudah memasukkan ke RPJMD terkait flyover Pasar Serpong,” ujarnya, Kamis (28/8).
Menurut Pilar, flyover Pasar Serpong merupakan salah satu proyek prioritas yang diusulkan bersama pembangunan underpass Jombang. Kedua titik tersebut dinilai krusial karena menjadi simpul kemacetan utama di Tangsel.
“Jadi artinya dalam periode ini Provinsi Banten salah satu program wajibnya yaitu membangun Flyover Serpong dan juga underpass Jombang,” jelasnya.
Baca Juga: Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ
Sebagai informasi, Pemerintah Kota Tangsel kini tengah berfokus pada penataan kawasan sekitar Pasar Serpong agar siap ketika pembangunan infrastruktur dimulai. Upaya tersebut mencakup relokasi PKL hingga penertiban parkir.
“Jadi ada dua titik itu, makanya kita rapikan dulu. Ya memang harus rapih, tapi kapan pun tahun berapa flyover dimulai oleh Pemprov Banten ya sudah siap,” jelasnya.
Wacana itu pun menuai respon dari masyarakat kawasan sekitar. Pasalnya, macet yang berlangsung tahunan apakah bisa selesai dengan adanya pembangunan flyover atau dilakukan peralihan PKL.
“Sebenarnya setuju saja karena untuk kepentingan bersama. Kalau emang bisa dibenahi bagaimana pun caranya, jangan sampai ada permasalahan baru nantinya,” ucap Yayan, salah satu warga yang melintas di dekat palang perlintasan kereta Stasiun Serpong. (eko)
























