SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang, Senin (1/9) sore mengumpulkan perwakilan serikat pekerja, Apindo serta Forum Personalia di Gedung Disnaker. Pertemuan digelar menyikapi tensi gejolak kondisi sosial masyarakat belakangan yang cenderung naik.
Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan menyampaikan, para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam bidang industri di Kota Tangerang sengaja diundang tidak lepas dari dinamika kondisi perekonomian, khususnya Kota Tangerang dan Indonesia pada umumnya berkaitan dengan keamanan.
“Tadi kita sepakat semuanya bahwa para stakeholder menjaga iklim kondusifitas Kota Tangerang, setiap permasalahan kita coba selesaikan melalui forum musyawarah. Jadi tadi juga ada beberapa keluhan dan coba kita selesaikan dengan musyawarah dengan tidak turun ke jalan,” ujar Ujang kepada awak media usai pertemuan.
Karena itu ketika ada masukan, Ujang mengatakan Disnaker siap menindaklanjuti sehingga kondisi iklim investasi dan dunia industry bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. “Kita juga minta agar jangan mudah terhasut berita yang memprovokasi dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan hubungan industrial di masing-masing perusahaan,” jelasnya.
Sementara Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tangerang Ismail menyampaikan, sampai saat ini iklim dunia usaha di Kota Tangerang tetap kondusif, serta tetap beroperasional dan tidak sampai terjadi penutupan pabrik. Juga dilaporkan perusahaan tidak sampai memberlakukan WFH.
Namun demikian, Ismail tidak menutupi fakta bahwa kondisi saat ini menimbulkan rasa khawatir di kalangan pengusaha. “Kalau kita lihat perkembangan dan situasi kekhawatiran tetap ada,” jelasnya. Meski begitu, hingga kini kondisi itu tidak membuat perusahaan melakukan penambahan pengamanan. “Untuk sementara kita nggak ada penambahan pengamanan, normal saja. Masing-masing menjaga perusahaannya, itu saja,” jelasnya.
Baca Juga: 3.450 Pekerja Rentan di Lebak Dapat Jaminan
Dari pihak serikat pekerja, Ketua Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI) Kota Tangerang, Abu Bakar Yasin, menegaskan buruh siap bersinergi menjaga keamanan dan kondusivitas. “Komitmen kami adalah bersama pemerintah dan pengusaha menjaga investasi di Kota Tangerang.
Namun kami juga mendorong agar persoalan normatif seperti upah dan kebijakan perusahaan bisa segera diselesaikan,” ujarnya.
Ia mengimbau seluruh anggota serikat pekerja agar tidak terprovokasi isu-isu yang bisa memperkeruh keadaan. “Kami sudah menyampaikan imbauan kepada seluruh anggota agar tetap tenang dan fokus menjaga hubungan industrial yang harmonis,” tambahnya. Pertemuan ini diharapkan menjadi wadah komunikasi berkelanjutan antara pemerintah, buruh, dan pengusaha demi menciptakan iklim usaha yang sehat dan kondusif di Kota Tangerang. (made)
























