SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) kembali menggulirkan program bazar bahan pokok murah bagi masyarakat. Namun, hingga awal September 2025 ini, pelaksanaannya masih belum merata di seluruh wilayah kelurahan.
“Belum merata sih karena baru mulai tahun dengan gerakan pangan murah (GPM) Ngider Tangsel nya,” ujar Kepala DKP3 Kota Tangsel, Yepi Suherman, saat dikonfirmasi, Rabu (3/9).
Yepi mengatakan bahwa program ini akan terus berjalan hingga Desember 2025 mendatang. Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah pasar, terutama di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga.
“Program DKP3, akan terus dilakukan sampai bulan Desember. Ada empat komoditas berupa beras SPHP, gula, minyak dan telur. Iya harga dibawah pasar sesuai aturan pemerintah.
Misal beras SPHP 5 KG Rp. 60.000, minyakkita per liter Rp. 15.500, telur ayam per kilogram Rp. 25.500, gula per kilogram Rp. 17.000,” paparnya.
Yepi menyampaikan animo masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Meski demikian, penyelenggaraannya masih terbatas karena baru mulai dilakukan secara masif tahun ini lewat program bertajuk “GPM Ngider Tangsel”.
“Kalau GPM sudah sejak tahun 2023 kita laksanakan, tapi pelaksanaannya dihari-hari besar keagamaan, HUT Tangsel, Tahun baru dan tidak ke tiap kelurahan. Tahun 2025 ini, saya ingin melakukan di semua kelurahan dengan program GPM Ngider Tangsel,” jelasnya.
Baca Juga: Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Digelar di Islamic Center Tangsel
Terkait jadwal pelaksanaannya, Yepi menyebut tidak ditentukan secara kaku. “Kami sesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan dari masing-masing wilayah,” katanya. (eko)
























