SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang masih memberlakukan peningkatan pengawasan dan pengamanan terhadap objek vital di wilayah Kabupaten Tangerang. Langkah ini sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, mengatakan bahwa pengamanan dilakukan secara berlapis oleh jajaran Polri, mulai dari tingkat Polres, Polda, hingga Mabes Polri. Ia menyebut, banyaknya objek vital di wilayah Kabupaten Tangerang juga menjadi alasan kerja sama dengan Satuan Pengamanan Objek Vital (Satpamobvit) untuk memperkuat pengawasan.
“Pengamanan objek vital menjadi kewajiban kami. Selain di tingkat Polres, pengamanan juga dilakukan di level Polda dan Mabes Polri. Karena banyaknya objek vital di sini, kami bekerja sama dengan Satpamobvit,” ujar Indra kepada Satelit News, Minggu (7/9).
Kapolresta menjelaskan bahwa upaya peningkatan pengamanan oleh personel Polri dilakukan guna memastikan rasa aman bagi masyarakat agar tetap bisa beraktivitas seperti biasa, meski aksi-aksi demonstrasi sempat berlangsung ricuh di sejumlah kota besar, khususnya DKI Jakarta.
“Alhamdulillah, pengamanan di objek vital sudah berjalan. Tidak hanya dilakukan oleh Polri, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah,” tambahnya.
Selain pengamanan statis, patroli rutin juga terus dilakukan di sejumlah titik untuk mencegah potensi gangguan dan memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat.
Baca Juga: Lantik Pengurus FKUB Baru, Ini Pesan Bupati Tatu
Tangerang Masih Kondusif
Lebih lanjut, Indra memastikan bahwa kondisi keamanan di wilayah Kabupaten Tangerang masih tergolong aman dan terkendali, meskipun secara nasional terdapat sejumlah aksi unjuk rasa yang memanas.
“Sejak 25 Agustus hingga kini, wilayah kami dalam keadaan aman dan kondusif. Aksi demo mahasiswa memang masih terjadi, tetapi itu bentuk penyampaian aspirasi dan bukan termasuk gangguan keamanan,” tegasnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Tangerang dan sekitarnya untuk dapat bersama-sama menjaga kondusifitas dan tidak terprovokasi dengan tindakan-tindakan yang berpotensi menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Jadi agenda patroli masih kita rutin dilakukan, ini sebagai rangkaian untuk memberikan rasa aman. Kita juga berupaya menumbuhkan rasa aman kepada masyarakat,” kata dia. (alfian/aditya)
























