SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menggelar Lomba Kader dan Posyandu Berprestasi. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap para kader Posyandu yang telah berkontribusi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Kepala Dinkes Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan bahwa lomba ini telah menjadi agenda rutin tahunan selama dua tahun terakhir. Tujuannya tak lain untuk mengakui eksistensi dan peran penting para kader Posyandu di tengah masyarakat.
“Kita sudah dua tahun berturut-turut, InsyaAllah ini menjadi agenda rutin karena memang ini adalah salah satu wahana untuk kita memberikan apresiasi dan mengakui eksistensi para kader posyandu,” ujarnya di Balai Sidang Graha Widya Bhakti, BRIN Setu, Selasa (9/9/2025).
Dalam lomba ini, para kader akan dinilai berdasarkan sejumlah indikator. Mulai dari pemahaman terhadap 25 kompetensi dasar, keterampilan komunikasi hingga berbagai aspek teknis pelayanan di Posyandu.
“Kader prestasi itu nanti ada kategori, yang pasti mereka harus bisa memahami 25 kompetensi dasar, cara berkomunikasi yang baik, dan banyak indikator lainnya yang menjadi indikator penilaian,” katanya.
Dinkes Tangsel berharap dengan adanya lomba ini, semangat para kader dapat terus tumbuh dan peran Posyandu semakin kuat sebagai upaya kesehatan berbasis masyarakat yang berdaya dan mandiri.
Baca Juga: Kasus ISPA Naik 19,8 Persen, Dinkes Tangsel Belum Pastikan Dampak Abu Vulkanik
Terkait regenerasi kader, Allin menegaskan bahwa Dinkes Tangsel sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin mengabdi secara sukarela sebagai kader Posyandu.
“Kader posyandu ini dia hadir adalah berdasarkan sukarela keinginan mereka mengabdi kepada pemerintah tangsel kepada wilayah. Jadi pada saat ada kader yang berkeinginan sukarela bekerja kami sangat terbuka,” sebutnya.
Lebih lanjut, Allin juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai peran Posyandu yang kini tak hanya melayani ibu dan balita, melainkan seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja hingga lansia.
“Kami berharap semua masyarakat dapat memahami juga bahwa pelayanan kesehatan itu, posyandu juga merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat khususnya promotif dan preventif,” katanya. (*)
























