SATELITNEWS.COM, SERANG – Seorang wisatawan, yang tengah berenang di pesisir Pantai Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, hilang tenggelam, Minggu (14/9/2025) pagi. Saat ini, korban masih dalam pencarian Tim SAR.
Dari informasi, menurut seorang warga, Aki Rubi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Saat itu, dua orang remaja sedang bermain air di tepi pantai. Kemudian tanpa disangka, keduanya tergulung ombak.
Salah satu korban, berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke Klinik Bertha untuk mendapatkan perawatan medis, sementara satu korban lainnya hingga saat ini masih dinyatakan hilang.
Kepala Subseksi Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto mengatakan, informasi awal diterima oleh Kantor SAR Banten pada pukul 09.25 WIB, dari seorang warga bernama Aki Rubi.
Tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten, langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian dan pertolongan.
Tim Rescue dari Kantor SAR Banten, diberangkatkan pada pukul 09.43 WIB dengan membawa perlengkapan SAR air menuju lokasi kejadian di koordinat 6°07’18.4″S 105°52’08.2″E.
Baca Juga: Hari Keenam Pencarian, Tim SAR Gabungan Kembali Sisir Ribuan Mil Perairan Selat Sunda
Lokasi tersebut, berjarak sekitar 35,8 km dari Kantor SAR Banten dengan estimasi waktu tempuh sekitar 55 menit.
Upaya pencarian, melibatkan sejumlah unsur SAR, diantaranya Tim SAR Pantai dari BPBD Kabupaten Serang.
Adapun perlengkapan yang digunakan dalam operasi ini, meliputi Rescue Car, Rescue Truck, Truck Personil, peralatan SAR air, komunikasi, medis, serta peralatan pendukung lainnya. Cuaca di lokasi, dilaporkan dalam kondisi cerah, mendukung jalannya operasi pencarian.
“Korban berhasil diselamatkan M. Virga Herlambang (19), Warga Komplek Ciputat Indah, Blok E nomor 7, RT 03/10, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang. Sementara, identitas korban yang masih dalam pencarian masih dalam pendataan pihak berwenang,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Tim SAR juga saat ini masih melakukan pencarian terhadap 1 awak kapal, Suwito, yang beralamat di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, hingga kini belum ditemukan.
Hilangnya 1 awak kapal tersebut, bermula saat Kapal yang ditumpanginya tersebut diduga tenggelam setelah ditabrak oleh kapal lain yang melintas pada Jumat (12/9/2025) dini hari.
Baca Juga: Nelayan Normalisasi Sungai Pakai Cangkul, Aktivis Serang Raya: Pemerintah Kemana ?
Dari total 5 (lima) awak kapal, 4 (empat) di antaranya berhasil diselamatkan, sementara 1 (satu) orang masih dalam pencarian.
Menurut informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten, insiden ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Kapal Nanjung Sari yang diawaki oleh 5 orang tiba-tiba ditabrak oleh kapal lain (tidak ada informasi terkait nama kapal). Akibat benturan tersebut, kapal Nanjung Sari tenggelam.
“Sekitar pukul 09.00 WIB, 4 korban selamat ditemukan dan dievakuasi oleh kapal nelayan lain yang kebetulan melintas. Keempat korban, yaitu Tarim, Hamdan, Masudi, dan Sujai, semuanya berasal dari Desa Teluk Labuan, Kabupaten Pandeglang. Banten. Mereka kini telah dievakuasi ke Teluk Labuan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” paparnya. (sidik)
























