SATELITNEWS.COM, LEBAK—Tim gabungan melibatkan personel dari Polres Lebak, Kodim 0603, BPBD, Dinas Kesehatan, PMI, Tagana, PLN, serta berbagai organisasi masyarakat, menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan kebencanaan, Kamis (18/9/2025). Hal tersebut dilakukan mengingat Kabupaten Lebak menjadi salah satu daerah di Provinsi Banten yang rawan bencana alam.
Apel siaga yang digelar di halaman Mapolres Lebak langsung di pimpin Kapolres Lebak, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Herfio Zaki. Apel tersebut sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di tengah cuaca ekstrem yang masih mengancam.
“Apel kesiapsiagaan digelar untuk menghadapi bencana yang datang secara tiba-tiba, serta menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih bakal terjadi. Tentunya, kami harus siap siaga,” kata AKBP Herfio Zaki.
Dia menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan digelar sebagai langkah antisipatif terhadap bencana yang bisa datang sewaktu-waktu. Tidak hanya mengerahkan personel, Polres Lebak dan instansi terkait juga telah mempersiapkan berbagai kelengkapan dan sarana prasarana pendukung untuk mendukung penanganan kebencanaan di lapangan.
“Kesiapan ini, sebagai bentuk komitmen bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait dalam menjaga keselamatan serta memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat. Dengan sinergitas dan kesiapan personel, diharapkan penanggulangan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur demi keselamatan warga,” katanya.
Kabupaten Lebak sendiri termasuk wilayah rawan bencana, seperti banjir dan longsor, terutama saat musim hujan dan cuaca ekstrem melanda. Kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga: Polres Lebak Siagakan Satgas Karhutla
Berdasarkan pemetaan BPBD Kabupaten Lebak, ada 16 kecamatan yang rawan banjir, yaitu Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, Cimarga, Warunggunung, Cikulur, Wanasalam, Banjarsari, Maja, Curugbitung, Bayah, Panggarangan, Cihara, Malingping, Sajira, dan Cijaku.
Selain itu, ada 14 kecamatan yang rawan longsor, yaitu Sobang, Lebakgedong, Cigemblong, Bojongmanik, Cibeber, Muncang, Bayah, Gunungkencana, Cipanas, Cileles, Cimarga, Cikulur, Leuwidamar, dan Cilograng.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, pihaknya telah memetakan wilayah yang rawan bencana untuk mengantisipasi dan memberikan peringatan kepada masyarakat. “Kami sudah petakan wilayah mana saja yang rawan terjadi longsor dan banjir. Ini adalah salah satu upaya kami agar bisa mengantisipasi dan memberikan peringatan kepada masyarakat,” kata Febby. (mulyana)
























