Rabu, 13 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Bisnis

BBM SPBU Swasta Langka, Ini Kata Istana

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 18 Sep 2025 20:09 WIB
Rubrik Bisnis, Nasional
BBM SPBU Swasta Langka, Ini Kata Istana

Petugas menjajakan makanan dan minuman kepada pengendara motor sembari menunggu datangnya pasokan BBM di SPBU Shell, Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta, seperti Shell dan BP-AKR, dalam sebulan terakhir menuai perhatian banyak pihak. Kantor Staf Presiden (KSP), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), hingga Pertamina pun menanggapi situasi yang memicu keresahan masyarakat ini.

Kepala KSP Muhammad Qodari menegaskan bahwa persoalan ini perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kontroversi di kemudian hari. Menurutnya, isu kelangkaan relatif baru mencuat ke permukaan, sehingga butuh waktu untuk menganalisis akar masalahnya.

“Mohon waktu, karena ini masih transisi, dan ini juga isu relatif baru muncul di media. Kita mau kaji, yang mudah-mudahan kajian dari KSP ini bisa menjadi masukan, bila perlu pembanding,” ujar Qodari usai serah terima jabatan di kantornya, Kamis (18/9/2025).

Ia menambahkan, kebijakan impor BBM satu pintu yang saat ini dipegang Pertamina memang rawan menimbulkan efek samping. Karena itu, blind spot dari kebijakan tersebut harus diantisipasi sejak awal.

“Mudah-mudahan kita bisa membangun suatu mekanisme di mana blind spot itu bisa diidentifikasi sejak awal, sehingga tidak menjadi pro-kontra, kontroversi, atau kerugian di kemudian hari,” jelasnya.

Senada dengan KSP, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menekankan bahwa kelangkaan BBM perlu dilihat secara proporsional. Ia menilai kekosongan stok hanya terjadi di wilayah Jabodetabek, sementara secara nasional pasokan masih dalam kondisi aman.

BeritaTerbaru

Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari

Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari

Sabtu, 9 Mei 2026 07:44 WIB
Guru Honorer Dihapus Akhir 2026, DPR: Operasional Sekolah Jangan Terganggu

Guru Honorer Dihapus Akhir 2026, DPR: Operasional Sekolah Jangan Terganggu

Sabtu, 9 Mei 2026 07:36 WIB
Hotel Santika Premiere Bintaro

Hotel Santika Premiere Bintaro Hadirkan Amayzing Room Package

Jumat, 8 Mei 2026 15:29 WIB
370930

Geruduk DPRD Kabupaten Tangerang, Warga Tolak Kenaikan BBM Non Subsidi

Jumat, 8 Mei 2026 12:59 WIB

“Secara nasional, stok BBM aman dan pemerintah sudah memberi ruang tambahan melalui kenaikan kuota. Namun kita juga harus memahami bahwa permintaan bisa melonjak tiba-tiba di daerah tertentu, sehingga distribusi butuh penyesuaian cepat,” kata Bambang di Jakarta, Kamis (18/9).

Ia menjelaskan pemerintah telah memberi tambahan kuota impor BBM hingga 110 persen dari tahun sebelumnya. Kebijakan ini dinilai cukup untuk mengakomodasi kebutuhan pasar dalam situasi normal.
Jika di lapangan masih ada SPBU swasta yang kekurangan stok, mekanisme pembelian base fuel dari Pertamina bisa menjadi solusi.

“Base fuel adalah bahan bakar dengan kadar oktan murni tanpa aditif. Swasta bisa tetap menambahkan aditif sesuai standar mutu dan karakteristik produknya, sehingga kualitas yang menjadi ciri khas merek tetap terjaga,” jelas Bambang.

Namun ia juga mengingatkan agar impor BBM tetap dikendalikan sesuai kebutuhan nasional agar tidak membebani ekonomi. “Pemerintah harus menjaga keseimbangan. Di satu sisi stok BBM terjamin, di sisi lain impor tidak boleh menekan nilai tukar dan neraca perdagangan,” katanya.

Dari sisi eksekutif, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah sudah memberi tambahan kuota impor BBM sebesar 110 persen pada 2025. Dengan begitu, setiap badan usaha swasta seharusnya tidak mengalami kesulitan pasokan. “Contoh perusahaan A, dia mendapat 1 juta kiloliter di 2024. Di 2025, dia mendapat 1 juta plus 10 persen, berarti 1,1 juta. Artinya semua dapat,” terang Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Rabu (17/9/2025).

Ia menambahkan bahwa energi adalah sektor strategis yang tidak bisa sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar. “Kita kan tidak mau cabang-cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini semuanya diserahkan kepada teori pasar. Nanti ada apa-apa, gimana,” katanya.

Jika ada badan usaha yang masih membutuhkan tambahan, ia mempersilakan untuk bekerja sama dengan Pertamina. “Kuotanya sudah kita kasih. Jadi, setiap swasta sudah dapat 110 persen. Kalau habis, silakan berkolaborasi dengan Pertamina,” tegasnya.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa hingga saat ini belum menerima permintaan resmi pasokan dari SPBU swasta. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marcelino Verieza Dumatubun, memastikan perusahaan pelat merah itu siap memasok jika ada permintaan, namun sejauh ini belum ada komunikasi. “Belum ada permintaan (dari SPBU swasta),” kata Roberth saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (17/9).

Pernyataan ini juga membantah rumor di media sosial yang menyebut Shell sempat membeli BBM dari Pertamina ketika produk Shell Super kembali dijual awal September. “Belum juga menjual BBM (ke SPBU swasta),” ujarnya.

Meski sempat kembali tersedia, stok Shell Super kembali menipis. Data per Minggu (7/9) menunjukkan 50 SPBU Shell di Jakarta masih menjual produk tersebut, tetapi jumlahnya merosot menjadi hanya 16 SPBU pada Rabu (17/9). (rmg/san)

Tags: bbmspbuswasta
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

jamaah haji indonesia fase kedua tiba
Nasional

12 Jamaah Haji Indonesia Wafat

Jumat, 8 Mei 2026 12:53 WIB
Foto 1 – Botanic Villa NavaPark BSD City (1)
Bisnis

Botanic Villa NavaPark Ludes Terjual dalam 5 Bulan

Kamis, 7 Mei 2026 21:50 WIB
Melawan Badai Global, Investasi Kabupaten Tangerang Melesat Rp17 Triliun
Bisnis

Melawan Badai Global, Investasi Kabupaten Tangerang Melesat Rp17 Triliun

Kamis, 7 Mei 2026 21:00 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Dorong Perluasan Kepesertaan BPU melalui Keagenan di Lingkungan RT/RW
Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Perluasan Kepesertaan BPU melalui Keagenan di Lingkungan RT/RW

Kamis, 7 Mei 2026 18:03 WIB
Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat
Nasional

Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat

Rabu, 6 Mei 2026 17:34 WIB
Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan
Nasional

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Rabu, 6 Mei 2026 17:31 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

IMG-20260509-WA0055

388 Jemaah Haji Reguler Kloter 13 Asal Pandeglang Diberangkatkan Bupati Dewi Setiani

Sabtu, 9 Mei 2026 15:52 WIB
beebf346-c814-4de6-b0f9-236fa2e9cf04

KORMI Kota Tangerang Siapkan Ekskul Olahraga Tradisional di Sekolah

Sabtu, 9 Mei 2026 13:21 WIB
IMG_20260511_140452

Polsek Pakuhaji Sita Ribuan Obat Keras

Senin, 11 Mei 2026 14:07 WIB
Satu Jembatan Garuda di Kota Tangerang Selesai Dibangun, Maryono Harap Dapat Diperluas

Satu Jembatan Garuda di Kota Tangerang Selesai Dibangun, Maryono Harap Dapat Diperluas

Sabtu, 9 Mei 2026 08:26 WIB
MELAKUKAN RAZIA : Petugas gabungan dari Samsat Kota Serang dan Polresta Serang melakukan razia kendaraan. Dalam razia itu, dua randis Pemprov Banten terjaring razia karena digunakan pada saat jam WFH.(DOKUMEN/SATELIT NEWS)

ASN Melanggar WFH, Gubernur Banten Diminta Buat Aturan Tegas dan Mengikat

Senin, 11 Mei 2026 17:38 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.