SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Sebanyak 15.139 kasus stunting ditemukan di Kabupaten Tangerang sepanjang Januari hingga Juni 2025. Data tersebut diungkap Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang hasil dari pemeriksaan tim “Gerebek Posyandu”, Senin (22/9).
“Angka stunting di Kabupaten Tangerang mencapai 15.139 kasus. Hampir seluruh wilayah terdampak, namun paling banyak ditemukan di wilayah pantai utara (pantura),” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, kepada Satelit News.
Menurut Hendra, tingginya tingkat kemiskinan dan rendahnya pendidikan menjadi faktor utama tingginya kasus stunting di kawasan Pesisir Utara.
“Memang tingkat kemiskinannya tinggi dan pendidikannya rendah,” katanya.
Meski angkanya masih tinggi, Hendra menyebut tren stunting di Kabupaten Tangerang menurun. Per Juni 2025, prevalensi stunting berada di angka 7,3 persen, jauh di bawah target nasional sebesar 14 persen.
Keberhasilan ini, kata Hendra, tak lepas dari kolaborasi lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Dinas Kesehatan menyalurkan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) kepada balita terdampak.
“Penanganan juga melibatkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana untuk pemberian makanan tambahan. Sementara Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) menangani aspek jambanisasi dan rumah tidak layak huni,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga menyangkut infrastruktur penunjang lainnya yang memerlukan kerja sama antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (alfian/aditya)
























