SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Seorang pedagang tahu bulat berinisial AT (32) ditangkap polisi setelah diduga mencabuli seorang anak laki-laki di kawasan Community Center Pamulang, pada Rabu (24/9) sekitar pukul 18.30 WIB. AT dipergoki oleh warga saat akan melancarkan aksinya.
Pelaku yang belum menikah itu kini menjalani pemeriksaan intensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel. Hal ini dibenarkan oleh Kanit PPA Polres Tangsel, Ipda Abdurrochman Ismail.
Ismail menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal, aksi pelaku diduga sudah dilakukan lebih dari 10 kali terhadap satu anak dalam kurun waktu Agustus hingga September 2025. Polres Tangsel baru menerima satu laporan resmi atas kasus tersebut.
“Iya pelaku sudah kita amankan, sekarang masih menjalani proses pemeriksaan intensif oleh Unit PPA. Untuk saat ini baru satu yang melaporkan, tapi tidak menutup kemungkinan ada korban-korban lain. Sementara dari bulan Agustus sampai September lebih dari 10 kali,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (25/9).
Ismail pun mengimbau kepada masyarakat apabila terdapat anak-anak yang berada di wilahnya agar melapor ke polisi jika mengalami kejadian serupa.
“Kami imbau kepada masyarakat, kira-kira ada yang merasa jadi korban silakan datang ke Polres Tangsel untuk melaporkan kejadian,” katanya.
Diketahui, AT dipergoki warga Jalan Surya Kencana Gang Raden RW 03 RW 06, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang. Ketua RT 03, Sambang (46) mengatakan awalnya warga mencurigai aktivitas pedagang tahu bulat yang membawa anak ke tempat yang sepi. Akhirnya mereka mendekati lokasi dan langsung memergoki pelaku dalam kondisi memakai celana pendek tanpa mengenakan celana dalam.
”
Kejadian posisinya habis Magrib. Sebenarnya sudah dipantau lama itu pelaku. Cuma semalam ketahuannya. Dia sering bawa anak kecil ke area panjat tebing community center. Itu kan tidak ada penerangan. Di situ digerebek sama warga sini, ditanya diinterogasi, jawaban korban habis dimainin alat kelaminnya,” ujarnya saat ditemui, Kamis (25/9).
Sambang melanjutkan pelaku nyaris babak belur dihajar massa. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pelaku langsung diserahkan ke pihak kepolisian.
Yang membuat Sambang lebih terkejut, dari telpon genggam pelaku terdapat sejumlah video asusila dengan korbannya yang semuanya anak laki-laki.
“Setelah kita interogasi di sini, hp-nya dicek ternyata ada video asusila gitu. Ada yang cuma di mainan ada yang sampai dihisap. Mungkin di tempat lain kejadiannya. Dia juga mengaku yang dalam video itu anak muncul, tapi buat videonya di Bojong Sari. Kurang lebih ada 6. Kalau yang disini pelaku mengaku hanya memainkan alat kelamin korban” katanya.
Dalam menjerat korbannya, pelaku mengiming-imingi dengan memberikan handphone dan uang.
“Korbannya diimingi handphone sama uang 5 ribu sampai 10 ribu. Kalau korban yang semalam sempat diberikan handphone. Cuma dua hari diambil alasannya mau digadaikan nanti dibelikan lagi yang baru,” jelasnya.
Sambang meneruskan tempat kejadian perkara (TKP) yang berada persis di kawasan Community Center Pamulang ini memang ramai oleh anak-anak untuk bermain. Beberapa waktu terakhir, lokasi itu tengah ada perbaikan pada lokasi panjang tebing, sehingga pencahayaan tidak maksimal seperti biasanya.
Dalam rekaman video yang didapat, nampak pelaku yang mengenakan baju dan celana pendek berwarna hitam pasrah diamankan warga. Sorakan warga pun terdengar yang ditujukan terhadap pelaku. (eko)