SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang, memastikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang relatif aman dan terkendali. Ia menegaskan tidak ada persoalan besar yang harus dikhawatirkan masyarakat, termasuk isu keterlambatan maupun keracunan makanan yang kerap muncul di daerah lain.
“Tidak ada hal-hal yang harus kita khawatirkan secara berlebihan. Baik kasus keracunan dan sebagainya tidak ada di Kota Tangerang,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin, Jumat (3/10/2025).
Menurutnya, saat ini terdapat 17 titik dapur SPPG (Satuan Pendidikan Penyedia Gizi) di Kota Tangerang yang menjadi perhatian khusus. Pemantauan dilakukan secara ketat oleh tim lintas sektor yang dibentuk langsung oleh Wali kota Tangerang.
“Pak Wali Kota sudah membentuk tim, dengan ketuanya Pak Sekda. Semua pihak terlibat, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BPOM, hingga Forkopimda,” jelas Jamaluddin.
Ia menekankan, pengawasan bersama ini bertujuan memastikan tidak ada kendala yang muncul, khususnya terkait keamanan pangan untuk peserta didik. “Ke depan kita lakukan monitoring lebih maksimal lagi, jangan sampai ada hal-hal yang menimbulkan masalah di Kota Tangerang,” ujarnya.
Jamaluddin juga mengaku turun langsung ke lapangan untuk mengecek menu yang disajikan. Ia memastikan makanan yang diberikan bukan sekadar “makan enak gratis”, melainkan benar-benar memenuhi standar gizi.
Baca Juga: Aturan Baru MBG, Bos SPPG Wajib Standby Jam 02.00
“Alhamdulillah kemarin saya cek ke beberapa tempat, dan menu yang disajikan sesuai dengan SOP. Kalorinya terpenuhi, vitaminnya juga ada, bahkan ada susunya. Jadi ini benar-benar makan bergizi gratis, bukan sekadar makan gratis,” jelasnya.
Lebih jauh, Jamaluddin memaparkan jumlah penerima manfaat program SPPG di Kota Tangerang sangat besar. Totalnya mencapai sekitar 91.313 orang atau hampir 92 ribu jiwa. Rinciannya yakni 765 siswa PAUD, 46.453 siswa SD/MI, 25.383 siswa SMP/MTs, 17.255 siswa SMA/SMK/MA, 211 ibu hamil, 288 ibu menyusui, dan 988 balita.
“Ini jumlah yang luar biasa, dan orang tua begitu antusias mendukung program ini supaya terus dilanjutkan. Mudah-mudahan ke depan program Pak Presiden ini bisa terus berjalan, karena sangat mulia tujuannya, yaitu agar anak-anak kita cerdas dan sehat. Itu yang paling utama,” ungkapnya.
Jamaluddin menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari upaya menyongsong “Indonesia Emas” dengan menyiapkan generasi penerus yang unggul.
“Saya sangat mendukung program Presiden kita, Bapak Joko Widodo. Anak-anak kita harus cerdas, sehat, karena 20 tahun mendatang merekalah yang akan menjadi penentu masa depan bangsa,” katanya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kota Tangerang agar turut mengawal pelaksanaan di lapangan.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Bujuk Puluhan SPPG Urus SLHS
“Harapan saya, semua stakeholder minimal di Kota Tangerang ini sama-sama melakukan monitoring dan evaluasi. Kalau kita turun ke lapangan, lihat SOP-nya, lalu kalau ada yang kurang, segera kita minta diperbaiki. Saya yakin dengan semua stakeholder bergerak bersama, insya Allah ke depan program ini bisa berjalan lebih baik lagi,” pungkas Jamaluddin. (made)
























