SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Diduga terlibat dalam kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang menewaskan seorang ojek online berinisial AS (56) di Jalan Raya Kutruk, Desa Kutruk, Kecamatan Jambe pada Rabu (1/10) lalu, seorang sopir truk berinisial YA, diamankan Kepolisian Resort Kota Tangerang, Sabtu (4/10).
Kasubnit Lakalantas Polresta Tangerang, IPDA Iruandy Aritonang mengatakan, bahwa saat ini sang sopir truk yang diduga terlibat dalam kecelakaan maut tersebut telah diamankan oleh pihak Kepolisian Resort Kota Tangerang untuk dimintai keterangannya.
Namun, saat disinggung status sang sopir, apakah tersangka atau hanya saksi, Aritonang hanya mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. “Dengan berkat doa kita semua, puji tuhan sang sopir sudah diamankan. Semua masih kita dalami,” singkat IPDA Iruandy Aritonang kepada Satelit News, Sabtu (4/10).
Sementara itu, menurut Saeful, adik ipar korban yang sempat dipertemukan dengan YA pada Jumat (03/10/2025), mengaku, beberapa jam setelah kejadian, pihak keluarga sudah mendapatkan informasi siapa pengendara truk berwarna biru tersebut. Bahkan, kata Saeful, salah satu kerabatnya sempat menghubungi sopir itu melalui seluler, namun YA tidak mau mengakui, jika truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah dirinya.
“Kebetulan sekali, salah satu keluarga kami bekerja pada bidang yang berkaitan dengan ekspedisi, dan kebetulan juga satu komunitas dan satu grup WhatsApp dengan sopir ini. Ketika share video dari CCTV yang beredar terkait kecelakaan tersebut, dan menanyakan ciri-ciri kendaraan mirip seperti truk yang dikemudikan, yang bersangkutan tidak mau mengakui, dan katanya sedang tidak narik di jalur tersebut,” papar Saeful.
Namun ketika videonya mulai beredar luas, dan didatangi polisi pada Kamis (02/10) malam, baru mengakui kalau itu mobilnya.
Baca Juga: Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa
“Setelah didatangi polisi, baru ngaku kalau itu truk yang dia kemudikan, tapi masih ngeles tidak tahu kalau dirinya telah menabrak korban hingga meninggal,” tandasnya.
Saeful juga menyayangkan, truk yang melindas kakak iparnya hingga meninggal dunia itu, sudah berubah ciri, yang sebelumnya pada kaca depan dan kaca samping penuh tempelan stiker, ketika dibawa ke kantor polisi sudah polos.
“Yang pertama, dia tidak mau mengakui kalau itu mobil truknya yang menabrak. Saya rasa enggak mungkin kalau tidak kerasa, karena jelas ada benturan, lalu ada teriakan warga yang begitu keras, histeris. Dan, dengan melepas stiker pada kaca, yang terlihat jelas di CCTV pada saat terlibat kecelakaan, ini semakin memperkuat bahwa yang bersangkutan diduga ingin menghilangkan jejak,” bebernya.
Saeful juga meminta pihak kepolisian, bisa menghadirkan pengendara sepeda motor dari arah berlawanan yang pada saat kejadian terlihat, seperti bersenggolan dengan korban hingga terjatuh.
“Kita tidak menuduh, tapi kami minta pihak kepolisian juga bisa menghadirkan pengendara dari lawan arah yang terlihat jelas, begitu pengendara itu berada tepat di samping, detik itu juga korban terjatuh hingga fatal. Ini juga harus dihadirkan, supaya jelas dan terang benderang,” pungkas Saeful.
Widi Hatmoko, yang juga adik ipar dari korban, sangat menyayangkan sikap YA yang tidak kooperatif, dan diduga berusaha menghilangkan jejak. Padahal usai kejadian dan pascavideo detik-detik kecelakaan itu beredar luas, pihak keluarganya sudah menghubungi dan mengkonfirmasi, tetapi yang bersangkutan mengelak.
Baca Juga: Cegah Judol, Propam Polresta Tangerang Razia Ponsel Anggota
“Alasan yang disampaikan oleh yang bersangkutan, ini justru membuat kami tidak bersimpatik. Pertama, tidak mau mengakui kendaraannya yang menabrak. Setelah mau dijemput polisi baru mau mengaku, pun masih ngeles enggak kerasa kalau menabrak katanya. Coba kalau tidak ada CCTV, dan tidak dijemput polisi, belum tentu mau mengaku, bisa saja berdalih mana buktinya,” kata Widi.
“Kalau dia ada itikad baik, begitu kejadian, atau ketika dikonfirmasi ya langsung menyerahkan diri ke polisi, dong. Ini sampai tiga hari, setelah dijemput polisi baru mau mengaku, itu saja masih enggak mau jujur,” tandas Widi.
Ia juga mengucapkan banyak terimakasih kepada warga yang pertama menginformasikan kepada keluarga terkait kecelakaan tersebut. Widi juga memberikan apresiasi kepada Unit I Lakalantas Satlantas Polresta Tangerang yang telah membawa jenazah kakak iparnya tersebut sampai ke rumah sakit, hingga menjemput supir truk tersebut di wilayah Rumpin, Bogor, Jawa Barat.
“Kepada pihak RSUD Balaraja yang telah membantu memperbaiki kondisi bagian tubuh korban, karena ada yang rusak, serta warga yang telah membantu proses pemakaman hingga tahlil, pemilik CCTV dan warganet yang ikut membantu terungkapnya siapa-siapa saja yang terlibat dalam kecelakaan ini, sekali lagi kami mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga,” pungkasnya.
Sebelumnya, diberitakan Satelit News, seorang ojek online yang mengendarai sepeda motor honda beat Nopol A-6495-XEC berinisial AS (56), warga Perumahan Sudirman Indah, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa tewas terlindas truk di Jalan Raya Kutruk, Desa Kutruk, Kecamatan Jambe, Rabu (1/10) pagi.
Salah satu saksi mata, yang bernama Desi mengatakan, bahwa saat peristiwa lakalantas itu terjadi, dirinya sedang menyapu halaman rumah. Karena, kebetulan rumahnya berada persis di pinggir jalan yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP).
” Waktu itu, saya sedang nyapu halaman rumah. Kegiatan rutin setiap pagi, ” kata Desi kepada Satelit News, Rabu (1/10).
Lanjut Desi, pada pagi itu semua berjalan normal seperti biasa, kendaraan baik roda dua ataupun empat lalulalang. Lalu, pada pukul 6.20 WIB, ada kendaraan roda enam atau truk berwarna biru melaju dari arah Tigaraksa menuju Jambe, dan dari arah yang sama ada juga dua kendaraan sepeda motor salah satunya AS (56), yang mengendarai sepeda motor Honda Beat Nopol A-6495-XEC dan satu kendaraan roda empat warna putih mencoba untuk menyalip truk biru tersebut.
“Satu motor dan satu mobil putih berhasil, menyalip truk dari arah kanan,” katanya.
Sementara, sepeda motor yang dikendarai AS (56) membentur stang sepeda motor dari arah yang berlawanan. Diduga, hilang kendali AS jatuh ke sebelah kiri, dan kepalanya masuk ke dalam kolong truk biru yang sedang melintas itu.
“Alhasil, AS terlindas truk dibagian kepala,” ujarnya. (alfian/aditya)





















