SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Akibat terkena sambaran petir saat hendak kembali dari melaut, seorang nelayan, Untung (40), warga Kampung Kadongdong, Desa Banjarmasin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, meninggal dunia (MD), dengan luka bakar di bagian punggung dan paha.
Sedangkan, seorang nelayan lainnya Jumeni (45) warga Kampung Masjid, Desa Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, mengalami luka pada bagian tumit kakinya.
Sementara, 3 nelayan lainnya yaitu Mulud (45) warga Kampung Kadongdong, Desa Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Sana (40) warga Kampung Padarek, Desa Banjarmasin, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, lalu Endi (40) warga Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, selamat dari peristiwa tersebut.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di perairan Labuan, Blok Karang Kabua, sekitar area rumpon, sekira pukul 12.15 WIB.
Kapolsek Carita IPTU Turip mengatakan, saat kejadian, korban bersama empat rekannya sedang dalam perjalanan pulang menuju darat, setelah mencari ikan teri menggunakan kapal kecil bernama “Mamah Muda” milik H. Misnah.
Sekira pukul 12.15 WIB, hujan deras disertai petir melanda kawasan perairan di tempat kejadian perkara. Petir kemudian menyambar bagian kapal, yang ditumpangi para nelayan.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Masih Melanda, Warga Desa Idaman Pandeglang Butuh Penanganan Serius
Akibat kejadian tersebut, salah satu nelayan atas nama Untung (40), meninggal dunia di lokasi, sementara rekan lainnya, Jumeni, mengalami luka bakar ringan di bagian tumit kaki. Ketiga nelayan lainnya, yaitu Mulud, Sana, dan Endi, selamat dari kejadian tersebut.
“Setelah kejadian, para korban berhasil dievakuasi oleh nelayan lain yang berada tidak jauh dari lokasi. Korban meninggal dunia dibawa ke rumah duka, sementara korban luka mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Carita,” kata Kapolsek, Senin (13/10/2025).
Katanya, korban luka yang sempat dirawat di Puskesmas – pun, kini sudah dipulangkan dan berobat jalan.
Atas peristiwa tersebut, tambahnya, pihaknya mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan agar waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem, khususnya di wilayah Perairan Carita.
“Peristiwa ini, murni disebabkan oleh sambaran petir saat cuaca buruk di tengah laut. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Pihak keluarga, telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” ujarnya.
Terpisah, anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi PPP E. Supriadi mengatakan, ditengah gelombang ombak tinggi dan cuaca ekstrem saat ini, diharapkan para nelayan untuk sementara tidak melaut.
Baca Juga: Desa Bandung Pandeglang Siap Expor Ikan Mas Sinyonya dan Udang Sawah ke Papua Nugini
“Kalau memaksakan melaut, resikonya cukup berat, seperti yang dialami para nelayan tadi,” pungkasnya.
Ditambahkannya, Pemerintah Daerah (Pemda) juga diharapkan secara intensif memberikan perhatian dan peringatan kepada para nelayan atas kondisi cuaca ekstrem itu.
“Misalnya, beri bantuan permodalan selama nelayan libur melaut. Atau, beri pertimbangan terkait perkembangan cuaca kekinian,” imbuhnya. (mardiana)

















