SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Warga Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) digegerkan dengan pengungkapan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan di salah satu rumah berlantai dua.
Pengungkapan itu berlangsung pada Senin malam (13/10/2025) sekitar pukul 21.00 WIB. Tim Resmob Polda Metro Jaya bersama Polsek Pondok Aren turun langsung ke lokasi dan mengamankan lima orang terduga pelaku, termasuk sepasang suami istri, serta tiga korban yang diduga mengalami kekerasan.
Pantauan di tempat kejadian perkara (TKP) pada Rabu (15/10), rumah yang berlokasi di Blok E itu tampak sepi tanpa aktivitas. Pagar tertutup rapat, hanya terlihat satu mobil dan empat sepeda motor terparkir di halaman.
Uniknya, minibus jenis Kijang Inova berwarna hitam itu berplat nomor polisi. Belum diketahui pasti apakah ada keterlibatan polisi dapat peristiwa tersebut.
Ketua RT 14, Erlangga (45) mengungkapkan bahwa dalam proses penggeledahan polisi menemukan sejumlah barang mencurigakan seperti senjata api (senpi). Dirinya dan warga ikut mendampingi dalam momen tersebut.
“Kemarin saya datang itu untuk proses penggeledahan rumah oleh tim resmob ditemukan beberapa stel seragam polisi dan satu pucuk senjata rakitan dan 6 butir peluru. Yang diamankan total 5 orang dan 3 korban,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).
Baca Juga: Kecelakaan Saat Kejar-kejaran, Satu Remaja Tewas di Pondok Aren
Erlangga menuturkan, rumah tersebut bukan milik para pelaku. Mereka hanya menumpang tinggal atas izin pemilik rumah yang merupakan warga setempat. Salah seorang di antara pelaku merupakan kerabat pemilik rumah.
“Itu dia tumpang tinggal karena pemilik rumah itu pernah izin untuk keponakannya tinggal disini, si suami istri itu. Ada satu orang yang selalu mengaku jadi anak buahnya,” katanya.
Erlangga melanjutkan, awalnya ia tidak mengetahui adanya penyekapan itu. Namun dirinya terkejut saat diberitahu faktanya oleh pihak kepolisian. Kata dia, polisi menemukan video tiga orang mengalami luka-luka akibat penganiayaan.
Ketua RW 06, Boy Irfan (54) mengapresiasi kepolisian bergerak cepat dan terkoordinasi dengan aparat lingkungan setempat. Dari informasi yang diterimanya, selain kasus penyekapan dan penyiksaan, polisi juga tengah mendalami kemungkinan adanya tindak penggelapan yang dilakukan oleh kelompok tersebut.
“Yang saya lihat itu kasus penyekapan dan penyiksaan tapi kemungkinan ada kasus penggelapan juga tapi dari reskrim juga yang ngembangin. Kalau korban saya nggak liat karena posisinya sudah dibawa. Yang pelaku yang masih ada di mobil. Mungkin dalam pengengobatan kali,” ungkapnya.
Boy menyampaikan, soal kendaraan berplat nomor polisi itu memang sudah cukup lama terparkir. Namun dirinya memang mengaku tidak mengetahui pasti pemilik kendaraan. “Itu kendaraan udah lama di situ, jadi kami juga kurang tau apakah itu punya polisi atau bukan,” sebutnya.
Baca Juga: Lansia Disekap Rekan Bisnis di Serpong, Mobil Hingga Surat Berharga Dibawa Kabur
Boy menyebut tidak ada aktivitas yang mencurigakan sebelum adanya penggerebekan. Kata dia, pemilik rumah utama memang sudah tidak tinggal di lokasi, dahulu, penghuni rumah berbaur dengan masyarakat sekitar tidak seperti sekarang.
“Kalau dulu waktu masih lengkap keluarganya itu seperti biasa berbaur. Nah kebetulan pemilik rumah, ibunya kan almarhum terus bapaknya udah gak tinggal di sini lagi jadi mungkin anaknya yang sekali-kali tinggal disini,” jelasnya.
Atas kejadian ini, Boy menyebut akan meningkatkan pengawasan terhadap masyarakat di wilayahnya. Terlebih, peristiwa ini menjadi alarm untuk sama-sama melakukan pengawasan bukan hanya aparatur daerah, tetapi juga menjadi tanggungjawab bersama.
Diketahui, informasi ini pertama kali mencuat setelah adanya video viral yang beredar di media sosial (medsos) memperlihatkan tiga orang laki-laki mengalami luka-luka di punggung akibat penganiayaan.
Dalam video yang beredar, terlihat tiga pria saling mengoleskan cairan yang diduga balsem di tubuh satu sama lain. Ketiganya tampak memiliki luka di bagian punggung yang diduga merupakan bekas cambukan alias disiksa.
Dalam unggahan dinarasikan bahwa peristiwa ini bermula saat sepasang suami istri berniat membeli mobil dan bertemu dengan calon penjual di kawasan Pondok Aren. Sang suami mengajak dua rekan laki-laki untuk menemani, sehingga
total ada empat orang di dalam kendaraan tersebut. Namun, saat pertemuan berlangsung, para korban justru dibawa ke sebuah rumah oleh sekelompok pria.
Di lokasi itu, tiga pria korban mengalami penganiayaan, sementara sang istri berhasil melarikan diri setelah dua hari disekap oleh para pelaku. Selain itu, mobil yang digunakan korban untuk menemui calon penjual juga dilaporkan hilang dibawa para pelaku. (eko)
























