SATELITNEWS.COM, LEBAK—Pembangunan Stasiun Ultimate Rangkasbitung ditargetkan rampung sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Saat ini progres fisik mencapai 95 persen, dengan penataan jalur 95 persen, fasilitas operasi 96 persen, serta selasar dan jembatan penyeberangan orang (JPO) 26 persen.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono, mengatakan stasiun baru ini akan melalui proses switch over kedua yang mencakup pengalihan jalur penumpang, baik saat naik turun kereta maupun akses masuk ke stasiun. “Targetnya selesai pada minggu kedua Desember atau sebelum Nataru,” kata Ferdian saat konferensi pers di Stasiun Ultimate Rangkasbitung, Rabu (15/10/2025).
Ferdian menjelaskan, Stasiun Ultimate Rangkasbitung terintegrasi dengan Terminal Sunan Kalijaga melalui selasar di sisi utara yang mengarah ke jalan raya. Stasiun ini memiliki empat pintu masuk, tujuh lift, dan lima eskalator. Kapasitasnya meningkat drastis dari 26 ribu menjadi 83 ribu penumpang per hari dengan 120 perjalanan kereta pulang-pergi. “Untuk peningkatan keselamatan, kami bangun passenger crossing dan menutup perlintasan sebidang di sisi barat yang digantikan JPO,” ujarnya.
Terkait penutupan perlintasan sebidang yang selama ini terhubung dengan area parkir, Ferdian memastikan sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. “Penutupan akan dilakukan permanen bersamaan dengan pengoperasian stasiun. Kami juga mendukung rencana Pemda yang akan menata Pasar Rangkasbitung,” tambahnya.
Perwakilan PT KCI, Muhammad Soleh, menyatakan dukungan terhadap pengembangan stasiun. Namun ia berharap sistem baru tidak membingungkan penumpang. “Yang penting penumpang tetap nyaman dan mudah beradaptasi dengan fasilitas baru,” ujarnya.
Soleh juga menyebut pengoperasian kereta tani dari Rangkasbitung ke Tanah Abang akan segera berjalan menggunakan rangkaian kereta lokal dengan tiga gerbong tambahan. “Operasionalnya tinggal menunggu persetujuan,” katanya. Ia menambahkan, dari sekitar 500 perlintasan di wilayah Rangkasbitung, sebagian besar belum dilengkapi palang pintu. “Untuk mencegah kecelakaan, kami lakukan normalisasi dan pembangunan JPO,” tandasnya. (mulyana)
Baca Juga: Stasiun Ultimate Rangkasbitung Bakal Dibangun di Lebak, Anggaran Rp 297 Miliar
