SATELITNEWS.COM, TIGARAKSA – Komando Distrik Militer (Kodim) 0510/Tigaraksa menggelar Latihan Peningkatan Kemampuan Aparat Kewilayahan (Apkowil) Tersebar Tahun Anggaran 2025 di Aula Dharmawangsa, Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalisme 50 Babinsa sebagai ujung tombak TNI, agar semakin peka dan tanggap dalam menghadapi dinamika sosial di masyarakat.
Pelatihan yang diikuti oleh perwakilan dari 14 Koramil di jajaran Kodim 0510/Tigaraksa ini mengusung tema penting “Melalui Kegiatan Peningkatan Kemampuan Apkowil Tersebar Kita Tingkatkan Profesionalisme Guna Mewujudkan Kemanunggalan TNI Rakyat untuk Mendukung Pembangunan Nasional.”
Dandim 0510/Tigaraksa, Letkol Inf Yudho Setyono, S.H., dalam arahannya, menekankan bahwa kegiatan ini sangat strategis untuk memperkuat peran Babinsa. Ia menyebut, keberhasilan tugas teritorial sangat bergantung pada kualitas komunikasi, pembinaan, dan analisa wilayah yang dimiliki oleh Apkowil.
“Apkowil harus memiliki kemampuan komunikasi, pembinaan, dan analisa wilayah yang baik. Kunci utama keberhasilan tugas teritorial adalah kedekatan dan kepekaan terhadap masyarakat,” ujar Letkol Yudho.
Dandim menegaskan bahwa Babinsa harus bertindak sebagai mitra yang hadir untuk membantu, mendengarkan, dan mencari solusi bersama warga di wilayah binaannya, bukan sekadar pelaksana instruksi komando. “Dengan profesionalisme yang meningkat, kita bisa mewujudkan TNI yang semakin dicintai rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Operasi Korem 052/Wijayakrama, Kolonel Arh Tamaji, yang turut memberikan pengarahan, menekankan pentingnya Apkowil untuk terus meningkatkan kemampuan, dalam merespons dinamika lingkungan sosial yang bergerak cepat. Ia berharap seluruh peserta dapat mengaplikasikan hasil pelatihan dalam tugas sehari-hari.
Pelatihan ini mendalami fondasi pembinaan kewilayahan melalui tiga materi utama yang disampaikan oleh perwira teritorial: Sikap Teritorial oleh Kapten Arh Afip Ali Haini (Danramil 08/Kronjo), Lima Kemampuan Teritorial oleh Kapten Inf Amin (Danramil 07/Kresek), dan Metode Binter (Pembinaan Teritorial) oleh Kapten Inf Teguh (Danramil 12/Rajeg).
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif. Para peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman lapangan, khususnya mengenai tantangan dalam membangun komunikasi sosial dengan masyarakat serta cara mengantisipasi potensi konflik di wilayah binaan masing-masing.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, menandai komitmen para peserta untuk terus meningkatkan dedikasi dan sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. (aditya)