SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Juventus menandai era barunya bersama Luciano Spalletti dengan kemenangan atas Cremonese. Juventus mengalahkan Emil Audero dkk. dengan skor 2-1.
Laga Cremonese vs Juventus di pekan ke-10 Serie A digelar di Stadio Giovanni Zini, Minggu (2/11/2025) dini hari WIB. Ini jadi pertandingan pertama Juventus bersama Spalletti di kursi pelatih usai Igor Tudor dipecat.
Filip Kostic membawa Juventus unggul cepat di awal babak pertama. Pada paruh kedua, Andrea Cambiaso menambah gol Juventus sebelum Jamie Vardy menipiskan skor untuk Cremonese.
Dengan kemenangan ini, Juventus naik ke peringkat kelima klasemen Liga Italia dengan 18 poin dari 10 laga. Sementara Cremonese ada di urutan kesembilan dengan 14 poin.
Meski menang, penyerang Juventus Dusan Vlahovic menyoroti satu kebiasaan buruk timnya. Vlahovic menilai Juventus main terlalu bertahan pada babak kedua sehingga mengundang Cremonese untuk memberikan tekanan. Menurutnya, ini jadi kebiasaan jelek yang harus segera dihilangkan Juventus.
“Saya tidak akan bilang kami punya pendekatan yang keliru, di babak kedua, kami punya kebiasaan jelek yang harus kami hilangkan,” ujar Vlahovic kepada Sky Sport Italia.
“Tanpa alasan kami bertahan terlalu dalam, kami seharusnya terus menekan mereka dan mencetak lebih banyak gol, yang kami sia-siakan. Cremonese juga pantas dapat ucapan selamat, karena mereka sangat menyulitkan dan menolak menyerah.”
“Besok kami akan menganalisis pertandingan, melihat mana yang salah, dan bersiap untuk pertandingan selanjutnya,” kata Vlahovic menambahkan.
Sementara itu, mantan pelatih Juventus Fabio Capello menilai target paling realistis buat Bianconeri adalah bersaing untuk empat besar. Ia akan terkejut kalau Spalletti bisa seketika membawa tim bersaing dengan Napoli dan Inter Milan untuk titel juara.
“Mencoba bersaing untuk titel itu jelas tantangan besar buat dirinya dan Bianconeri, meski saya pribadi tak menganggap Juventus di level yang sama dengan Napoli dan Inter,” tulisnya dalam kolom di Gazzetta dello Sport.
“Saya menempatkan dua tim itu di antara mereka yang bersaing buat Scudetto, sementara saya yakin bahwa buat Juventus target terpentingnya tetap lolos ke Liga Champions.”
“Kalau, semisal, Si Nyonya Besar berhasil bersaing untuk titel, maka kami akan harus memuji Spalletti dan memberinya kredit karena sekali lagi membuktikan dirinya pelatih bagus dan motivator yang ulung.” (dm)