SATELITNEWS.COM, LEBAK – Setelah ditinggal Budi Santoso yang kini menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak saat ini kosong.
Kepala Bidang (Kabid) Mutasi dan Promosi pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lebak, Fakhry Fitriana, membenarkan kekosongan tersebut. Namun, ia mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait penunjukan pejabat sementara pengganti Sekda.
“Benar, jabatan Sekda saat ini kosong. Tapi saya belum mendapat arahan dari pimpinan. Jika nanti ada perintah, tentu akan segera kami laksanakan,” ujar Fakhry kepada SatelitNews.com melalui sambungan telepon, Senin (3/11).
Fakhry juga belum dapat memastikan apakah kekosongan jabatan Sekda akan diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) atau Pelaksana Harian (Plh). Ia menjelaskan, sesuai ketentuan yang berlaku, posisi tersebut biasanya dijabat oleh pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak.
“Kalau jabatan Sekda biasanya ditunjuk Pj (penjabat). Tapi prosesnya bisa melalui Plh dulu, atau langsung Pj, kita belum tahu. Intinya, masih menunggu arahan pimpinan,” terangnya.
Selain jabatan Sekda, Fakhry menyebut ada delapan posisi lain di lingkungan Pemkab Lebak yang saat ini juga kosong dan belum memiliki pejabat definitif. Untuk menjaga kelancaran pelayanan publik, posisi-posisi tersebut sementara diisi oleh Plt kepala dinas.
Baca Juga: Alih Status PPPK, Disdik Lebak: Bisa Dongkrak Mutu
“Untuk eselon yang kosong, ada dua staf ahli dan enam kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), yakni Dinas Kesehatan, Ketahanan Pangan, KB, Dispora, Dinas Koperasi, dan Disnaker. Saat ini semuanya diisi oleh Plt,” tandasnya.
Sementara, menanggapi kepindahan Budi Santoso ke Pemprov Banten, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menilai keputusan Gubernur Banten menunjuk Budi sebagai pejabat di lingkungan provinsi sudah tepat.
“Pak Gubernur sudah tepat memilih Budi Santoso. Beliau adalah pejabat yang paham betul bagian mana di Banten yang membutuhkan sentuhan khusus,” kata Amir.
Menurut Amir, Budi merupakan kader Aparatur Sipil Negara (ASN) yang potensial dan memahami dengan baik tugas serta tanggung jawab diembannya.
“Kepindahan Budi ke provinsi juga menjadi kebanggaan bagi kami. Artinya, banyak kader dari Lebak yang dipercaya menduduki jabatan eselon II di tingkat provinsi,” ujarnya. (mulyana)
























