SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Puncak Festival Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) 2025 berlangsung meriah di Alun-alun Ahmad Yani, Sabtu (15/11/2025) malam. Ratusan peserta dari berbagai daerah hadir dalam agenda yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, sekaligus menegaskan posisi Kota Tangerang sebagai salah satu pusat literasi informasi di era digital.
Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, yang hadir mewakili legislatif daerah, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat memilih Kota Tangerang sebagai tuan rumah. “Terima kasih kepada Kementerian Komdigi. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat peran KIM di masyarakat,” ujarnya.
Acara turut dihadiri Dirjen Komunikasi Publik dan Media (KPM) Komdigi Fifi Aleyda Yahya, Kepala BPSDM Komdigi Boni Pudjianto, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan, serta sejumlah pejabat Pemkot Tangerang. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya sinergi pusat–daerah dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan mudah diakses.
Dalam sambutannya, Rusdi menegaskan bahwa KIM berperan strategis sebagai garda terdepan penyampai informasi pembangunan di tengah derasnya arus informasi digital. “KIM memiliki kontribusi nyata dalam memastikan masyarakat memahami kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah,” katanya.
Menurutnya, keberadaan KIM semakin relevan ketika masyarakat menghadapi banjir informasi dan maraknya hoaks. KIM dapat menjadi jembatan sekaligus filter yang memastikan publik menerima informasi yang benar.
Rusdi juga menyoroti dinamika literasi digital. Ia menilai pola literasi konvensional harus beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat yang semakin bergantung pada platform digital. “Perpustakaan, misalnya, perlu bertransformasi menjadi perpustakaan digital agar tetap relevan dengan generasi muda,” ungkapnya.
Merespons sorotan Dirjen KPM terkait tingginya penggunaan internet oleh anak di bawah 17 tahun, Rusdi menegaskan perlunya pengawasan orang tua serta regulasi pembatasan akses informasi berbasis usia. “Media sosial dan smartphone punya sisi positif dan negatif. Pengawasan orang tua dan peran pemerintah sangat penting untuk menjaga ruang digital tetap aman bagi generasi muda,” ujarnya.
Festival KIM 2025 digelar selama dua hari, 14–15 November, dengan rangkaian acara seperti talkshow literasi digital, paparan inovasi, pameran stand KIM, serta berbagi praktik baik antarwilayah. Festival ditutup dengan penganugerahan bagi KIM terbaik, menandai komitmen bersama memperkuat masyarakat yang cerdas dan melek informasi.
Pada kesempatan terpisah, Dirjen KPM Komdigi kembali mengapresiasi kesuksesan penyelenggaraan di Kota Tangerang. “Terima kasih kepada Pemkot Tangerang dan seluruh warganya atas sambutan yang hangat. Semoga KIM Festival 2025 memberi manfaat besar bagi kita semua,” ujar Fifi Aleyda Yahya.
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono, menegaskan bahwa KIM menjadi mitra strategis Pemkot dalam komunikasi publik. “Dengan semangat Bersama Membangun Kota, kami terus mendorong partisipasi masyarakat. Ini menjadi fondasi tumbuhnya 104 KIM di Kota Tangerang dengan berbagai fokus, mulai seni budaya, UMKM, hingga pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemerintah pusat yang kembali menunjuk Kota Tangerang sebagai tuan rumah KIM Fest Nasional. Pada Malam Anugerah KIM 2025, KIM Gemas Implan dari Kota Tangerang berhasil meraih penghargaan KIM Terbaik Bidang Sosial Budaya (Pariwisata, Kesehatan, Lingkungan). (mg01)