SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kota Tangerang memastikan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terkendali. Melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan, pengawasan dilakukan setiap hari dengan melibatkan unsur kepolisian sebagai leading sektor.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Tangerang, Suli Rosadi, mengatakan tim terus turun ke lapangan untuk memantau pergerakan harga. “Kita ada Satgas Pangan yang setiap hari turun ke lapangan, terutama dari pihak kepolisian. Mereka mengendalikan agar harga tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Itu arahan dari pusat,” ujarnya.
Ia memastikan stok kebutuhan pokok di Kota Tangerang dalam kondisi aman karena pemantauan dilakukan secara rutin. Pada periode akhir tahun—yang biasanya memicu fluktuasi harga—Satgas Pangan juga memperketat pengawasan di pasar tradisional. “Harga bahan pokok sudah ditetapkan pemerintah melalui HET. Kita kontrol terus. Dengan turun setiap hari, mudah-mudahan harga tetap terkendali,” kata Suli.
Komoditas yang dipantau meliputi beras, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan sembako lainnya. Suli menambahkan masyarakat dapat menyaksikan langsung proses pemantauan yang dilakukan bidang perdagangan.
Disperindagkop UKM optimistis tidak akan terjadi lonjakan harga dalam waktu dekat. “Sepertinya tidak ada potensi kenaikan karena dipantau terus oleh kita,” tegasnya. Satgas Pangan terdiri atas unsur Dinas Ketahanan Pangan, Disperindagkop UKM, dan kepolisian. Pengawasan dilakukan menyeluruh di seluruh pasar tradisional tanpa pengecualian. “Kita tidak ingin ada istilah kecolongan. Semua pasar dipantau,” ujarnya.
Menjelang Natal, potensi permainan harga kerap muncul di tingkat tengkulak. Namun Suli memastikan upaya pencegahan terus dilakukan. “Itu permainan tengkulak. Dengan kontrol yang terus-menerus, mudah-mudahan mereka berpikir ulang untuk bermain. Setiap hari kita pantau dan laporkan,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui keberadaan tengkulak sulit diidentifikasi langsung di lapangan. Karena itu, penindakan biasanya dilakukan kepada pedagang apabila ditemukan harga yang tidak wajar.
“Pedagang biasanya hanya membeli dari pemasok. Kalau ada kenaikan harga tidak wajar, kita akan memberikan teguran. Walaupun leading sektor-nya polisi, peneguran tetap tugas dinas,” jelasnya. Hingga kini, belum ada permintaan resmi terkait peneguran pedagang. Suli berharap koordinasi antarinstansi dapat menjaga stabilitas harga hingga pergantian tahun. “Harapan kita, semua tetap terkendali. Stok aman, harga stabil, masyarakat tenang,” tutupnya. (mg01)