SATELITNEWS.COM, TANGERANG – DPRD Kota Tangerang menargetkan 2026 sebagai tahun percepatan inovasi daerah. Wakil Ketua DPRD, Arief Wibowo, menegaskan perlunya terobosan baru untuk mengatasi stagnasi PAD, sambil memastikan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial tetap terlindungi di tengah efisiensi anggaran.
“Kualitas layanan publik tidak boleh turun. Termasuk penyesuaian pendapatan tenaga P3K,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
DPRD mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif melalui kajian dan benchmarking, termasuk ke Kota Cimahi sebagai daerah rujukan. Pengembangan akan memakai skema pentahelix dan didukung Perda Kemajuan Kebudayaan serta HAKI Komunal. “Cagar budaya tak benda harus didaftarkan sebagai HAKI komunal agar memberi royalti bagi daerah,” jelas Arief.
Terkait retribusi, DPRD meminta BPKAD dan Bappeda menghitung potensi retribusi sampah secara akurat untuk mencegah kebocoran dan memperbaiki kinerja OPD penghasil. Digitalisasi sistem pembayaran turut didorong guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pendapatan daerah.
“OPD penghasil harus berani berinovasi. PAD tradisional sudah stagnan, saatnya mencari sumber baru,” tegasnya. (made)
























