SATELITNEWS.COM, LEBAK—Warga hunian sementara (huntara) Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, mendapat bantuan meliputi beras, perlengkapan bayi, makanan instan, biskuit anak, serta paket sembako. Bantuan ini menjadi penyangga penting bagi warga yang hingga kini masih menunggu kejelasan pembangunan hunian tetap dari pemerintah.
Bantuan sosial yang diberikan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk masyarakat korban banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 2020 silam tersebut, Sabtu (29/11/2025) sore. Ketua Tagana Lebak, Iwan Hermawansyah, mengatakan, bahwa kedatangan Tagana merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi warga yang semakin terdesak. Terlebih kata dia kondisi saat ini tengah memasuki musim penghujan.
“Kami datang untuk memberikan bantuan logistik. Warga sudah terlalu lama berada di kondisi memprihatinkan seperti ini, terutama saat musim hujan,” kata Iwan, Minggu (30/11/2025).
Iwan menambahkan, bahwa kondisi huntara saat ini kian memburuk dan mengkhawatirkan. Bahkan dia menyebut, tenda-tenda darurat yang terbuat dari bambu dan terpal yang menjadi tempat tinggal para korban selama bertahun-tahun mulai lapuk dan tidak lagi mampu melindungi mereka dari cuaca ekstrem. “Beberapa warga mulai putus asa. Tanpa kepastian pembangunan hunian tetap, mereka hanya bertahan seadanya,” ujar pria yang kerap disapa Iwan Kezo.
Ia juga menyampaikan, bahwa para tokoh masyarakat kampung sebelumnya bahkan telah berupaya meminta kepastian ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), namun hingga kini tidak ada keputusan resmi mengenai relokasi ataupun pembangunan hunian permanen.
“Kemarin kan ada inisiatif dari Pan Raman tokoh yang tinggal di huntara berangkat ke BNPB. Tapi katanya itu tetep tidak ada kepastian, tidak ada kejelasan terkait pembangunan huntap,” jelasnya. Iwan menyebutkan, hingga hari ini, ratusan kepala keluarga masih menetap di huntara. Mereka mengaku hanya menginginkan satu hal yaitu tempat tinggal yang layak. “Harapan warga sederhana, ingin segera memiliki rumah dan hidup layak. Sudah lima tahun mereka tinggal di sini,” ucap Iwan.
Baca Juga: Ketika Program Tagana Masuk Sekolah Dikritik Tagana
Iwan menambahkan, nusim hujan yang kembali datang membuat warga semakin rentan. Kelembapan, kebocoran, hingga kerusakan tenda memperburuk kualitas hidup mereka. Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil langkah nyata.
“Sebanyak 114 karung beras dibagikan satu karung untuk setiap keluarga bersama paket bantuan lainnya. Namun, warga menegaskan bahwa bantuan logistik bukanlah solusi jangka panjang. Yang mereka butuhkan adalah kepastian tempat tinggal, bukan hanya bantuan sementara,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah memastikan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat Kecamatan Lebak yang menjadi korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada tahun 2020 akan dibangun di tahun 2026, yang semula akan dibangun pada Oktober 2025.
“Sebetulnya ini hanya tinggal teknis, yang semula akan dibangun oleh BNPB namun ada aturan dari Menkeu (Menteri Keuangan) lagi akhirnya tahun depan (2026) oleh Perkim,” kata Amir. Amir menambahkan, terkait lahan dan segala administrasi lainnya sudah tidak ada kendala. Lagi-lagi Amir menyebut ini hanya kendala teknis dan waktu saja. “Lahan sudah siap di lahan yang sama, target nya tahun 2026 itu oleh Perkim,” ujarnya.(mulyana)

















