SATELITNEWS.COM, SERANG – Ratusan nelayan di Perairan Merak, mendapatkan penghargaan dari PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Merak.
Hal itu dilakukan, karena para nelayan membantu melakukan evakuasi terhadap ratusan penumpang Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Batumandi, yang terbakar hebat beberapa waktu lalu.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo mengatakan, penghargaan yang diberikan oleh pihaknya berupa paket sembako dan rompi pelampung.
Apresiasi itu diberikan, karena masyarakat nelayan dengan sigap membantu proses evakuasi semua korban KMP Batumandi milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang terbakar hebat.
“Kita berikan apresiasi ini dari kita kepada masyarakat nelayan karena sigap membantu para korban KMP Batumandi. Karena kesigapan itu, tidak ada korban jiwa semuanya selamat,” katanya, Rabu (28/10/2026).
Heru mengatakan, pertolongan cepat yang dilakukan para nelayan merupakan satu tindakan taktis kemanusiaan. Upaya itu bisa menjadi titik penentu penyelamatan para penumpang KMP Batumandi, karena jika telat sedikit atau kurang personel, kemungkinan besar akan ada korban jiwa.
Baca Juga: Pembayaran Asuransi Korban KMP Batumandi Capai Rp1,39 Miliar, Proses Masih Berlangsung
“Tindakan-tindakan ini harus kita apresiasi dengan baik karena memang masyarakat nelayan luar biasa membantu kami sehingga pada kesempatan malam hari ini kami datang berkunjung menjalin silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi ASDP dengan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Pegawai PT ASDP Merak, Radmiadi mengatakan, secara keseluruhan ada ratusan nelayan yang mendapatkan apresiasi dari PT ASDP Merak karena melakukan evakuasi terhadap para penumpanb KMP Batumandi beberapa waktu lalu.
“Kalau semuanya ratusan nelayan yang kita berikan apresiasi. Kalau jumlah perahu yang nolong ada 30 an perahu, kalau orangnya ratusan, karena mereka dari lima lokasi berbeda,” ujarnya.
Radmiadi mengatakan, secara keseluruhan apresiasi pemberian sembako sudah selesai dilakukan dan diterima para nelayan. Sedangkan untuk rompi pelampung baru diberikan secara simbolis kepada masing-masing pangkalan.
“Rencananya setiap pangkalan nelayan nanti akan mendapatkan 20 rompi pelampung. Kemarin yang ikut melakukan evakuasi dan menolong para penumpang itu dari lima pangkalan, jadi nanti akan mendapatkan rompi pelampung,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, KMP Batu Mandi dilaporkan mengalami kebakaran di alur masuk Pelabuhan Merak, Banten, pada Selasa (20/10/2026) sore. Badan Search and Rescue (Basarnas) atau Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten segera mengerahkan tim SAR untuk melakukan penanganan dan upaya pertolongan di lokasi kejadian.
Baca Juga: KMP Batumandi Tenggelam, Investigasi Pascakebakaran Tidak Bisa Dilakukan
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak pada pukul 16.24 WIB. Berdasarkan laporan awal, kapal berwarna putih berbendera Indonesia tersebut tengah melayani rute Bakauheni–Merak saat insiden terjadi.
Lokasi kejadian berada di koordinat 5° 56′ 38,27″ LS dan 105° 59′ 41,74″ BT, atau sekitar 0,54 mil laut dari Dermaga 6 Pelabuhan Merak. Saat laporan awal diterima, kondisi kapal masih dilaporkan terbakar.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim rescue Unit Siaga SAR (USS) Merak mulai bergerak. Dalam penanganan kejadian ini, unsur SAR yang dikerahkan meliputi personel USS Merak, personel tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, serta KN SAR Tetuka.
Hingga laporan awal disampaikan, jumlah penumpang atau orang di atas kapal atau person on board/POB serta data korban masih dalam pendataan. Informasi mengenai jumlah korban selamat, meninggal dunia, maupun yang masih dalam pencarian belum dapat dipastikan.
Kasubsie Operasi dan Siaga KPP Banten Rizky Dwianto mengatakan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten terus melakukan koordinasi dan pengerahan unsur SAR guna mendukung proses penanganan kecelakaan kapal tersebut.
“Perkembangan situasi dan hasil operasi akan disampaikan lebih lanjut berdasarkan informasi resmi di lapangan,” katanya. (adib)

















