SATELITNEWS.COM, LEBAK – Kabupaten Lebak berpeluang mendapat tambahan investasi senilai sekitar Rp800 miliar dari PT Nexson.
Perusahaan yang bergerak di bidang produksi bahan baku gipsum itu berencana membangun fasilitas produksi di kawasan Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, dengan proyeksi penyerapan sekitar 1.000 tenaga kerja.
Investasi tersebut dijadwalkan memasuki tahap pembangunan pada 2027, sedangkan operasional perusahaan ditargetkan mulai berjalan pada 2028. Kehadiran investor ini diharapkan membuka peluang kerja baru sekaligus memperkuat ekosistem industri di Kabupaten Lebak.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Lingga Segara, mengatakan PT Nexson menjadi salah satu investor terbaru yang menyampaikan rencana penanaman modal di daerah tersebut.
Pihak perusahaan telah melakukan audiensi dengan pemerintah daerah untuk membahas rencana investasinya.
“Yang terbaru Nexson, baru audiensi, bahan baku gipsum rombongan PT Aplus. Dia perusahaan produksi bahan baku gipsum. Mudah-mudahan lancar,” kata Lingga saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
Baca Juga: Ular King Kobra Berbobot 10 Kg Resahkan Warga di Lebak
Menurut Lingga, nilai investasi yang disampaikan perusahaan mencapai sekitar Rp800 miliar. Dengan nilai tersebut, PT Nexson diproyeksikan membutuhkan sekitar 1.000 pekerja ketika fasilitas produksinya mulai beroperasi.
“Modal yang disampaikan itu sekitar Rp800 miliar. Proyeksi karyawan itu sekitar 1.000-an,” ujarnya.
Lingga menjelaskan, rencana investasi PT Nexson dinilai cukup menjanjikan karena perusahaan telah memiliki lahan untuk pembangunan fasilitas produksi.
Lokasinya berada di kawasan Citeras, tidak jauh dari fasilitas produksi PT Aplus.
“Mereka sudah punya lahan, artinya sudah pasti. Untuk bangunan itu tidak jauh dari PT Aplus, dan rencana pembangunan tahun depan (2027) dan mulai berjalan di tahun (2028),” jelasnya.
Meski demikian, realisasi investasi tersebut masih perlu mengikuti tahapan pembangunan hingga persiapan operasional sebelum target penyerapan tenaga kerja dapat terwujud.
Lingga menambahkan, nilai investasi Rp800 miliar tersebut mencakup komponen aset, pembangunan gedung, dan pengadaan mesin. Sementara itu, biaya operasional, termasuk pembayaran gaji karyawan, merupakan komponen berbeda dalam pelaporan investasi.
Baca Juga: King Kobra Berbobot 10 Kg Gegerkan Curugbitung, Evakuasi Berlangsung Dramatis
“Iklim investasi berupa aset, belanja bangunan, mesin beda dengan operasional. Itu buat gaji karyawan tidak masuk dalam LKPM,” tuturnya.
Masuknya PT Nexson menambah daftar perusahaan yang menjajaki peluang investasi di Kabupaten Lebak.
Lingga menyebut sejumlah perusahaan lain juga telah menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah. Namun, PT Nexson menjadi salah satu investor terbaru yang dinilai telah menunjukkan keseriusan melalui kepemilikan lahan dan rencana pembangunan fasilitas produksi.
Untuk menarik lebih banyak penanaman modal, Pemkab Lebak terus mempromosikan potensi daerah, mulai dari ketersediaan lahan hingga dukungan infrastruktur. Lingga menyebut Kabupaten Lebak memiliki 13 zona industri dengan luas keseluruhan sekitar 10.900 hektare yang masih berpotensi dikembangkan.
Selain kawasan industri, akses jalan tol dan pasokan air dari Waduk Karian menjadi faktor pendukung yang ditawarkan kepada calon investor. Infrastruktur tersebut diharapkan menunjang kebutuhan logistik dan operasional perusahaan.
Promosi investasi juga dilakukan melalui berbagai forum, termasuk Banten Investment Forum. Pemkab Lebak berharap masuknya investor dapat memicu pertumbuhan industri lain, memperkuat rantai pasok, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
“Kita berharap investor yang masuk ke Lebak dapat berkembang dan membawa perusahaan lain, sehingga terbentuk ekosistem industri yang saling mendukung, terutama dalam hal ketersediaan bahan baku dan rantai pasok,” pungkasnya. (mulyana)

















