SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Sebanyak 164 peserta dari 29 kecamatan mengikuti seleksi Tilawah Gemilang 2026 yang digelar Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Tangerang di Masjid Al-Amjad, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menjaring bibit-bibit unggul di bidang tilawah, tafsir, dan karya tulis ilmiah Al-Qur’an untuk dipersiapkan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pada masa mendatang.
Ketua LPTQ Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan Tilawah Gemilang merupakan program yang telah berjalan sejak 2025. Pada 2026, kegiatan tersebut kembali digelar sebagai bagian dari upaya mencari dan mempersiapkan calon peserta potensial untuk berkompetisi di ajang MTQ mendatang.
“Para peserta itu diambil dari kecamatan-kecamatan. Kita minta rekomendasi dari LPTQ kecamatan, kemudian disampaikan ke panitia. Di tahun ini, jumlahnya 164 orang,” kata Soma Atmaja kepada Satelit News, Senin (26/10/2026).
Soma menjelaskan, dari total 164 peserta tersebut, sebanyak 84 orang mengikuti cabang tilawah, 46 orang mengikuti Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), dan 34 orang mengikuti cabang tafsir.
Menurutnya, seleksi ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengidentifikasi kemampuan peserta, sekaligus mempersiapkan mereka agar mampu bersaing di tingkat MTQ pada masa mendatang.
Baca Juga: Kolaborasi BLK Kabupaten Tangerang dan PT Adis Berhasil, 95 Peserta Terserap Kerja
Usia peserta yang mengikuti kegiatan tersebut bervariasi sesuai dengan golongan masing-masing. Untuk tingkat anak-anak, peserta berusia mulai dari tujuh hingga maksimal 13 tahun, yang mencakup usia taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Sementara itu, peserta tingkat remaja berusia sekitar 14 hingga 18 tahun.
“Adapun peserta cabang tafsir dan KTIQ rata-rata merupakan pelajar tingkat SLTA hingga usia mahasiswa,” katanya.
Soma menegaskan, tujuan seleksi Tilawah Gemilang juga untuk membiasakan anak-anak berkompetisi secara sehat, mengenali kelebihan dan kekurangan diri, serta terus memperbaiki kemampuan mereka.
Dengan mengikuti proses seleksi, peserta diharapkan dapat meningkatkan kualitas bacaan, pemahaman, dan kemampuan sesuai bidang yang ditekuni. Proses tersebut juga menjadi kesempatan bagi peserta, untuk mengetahui aspek yang perlu diperbaiki agar dapat berkembang lebih baik.
“Jadi, bukan soal lombanya, ya. Sebenarnya, bagaimana mereka meningkatkan pemahamannya, bacaan yang baik, tentu saja sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku,” ujarnya.
Melalui uji kompetensi tersebut, Soma berharap LPTQ Kabupaten Tangerang dapat menjaring peserta potensial di bidang tilawah, tafsir, dan KTIQ. Mereka diharapkan mampu mengharumkan nama Kabupaten Tangerang dalam kompetisi di tingkat provinsi hingga nasional.
Baca Juga: Hari Pertama Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Tindak Pelanggar Lalu Lintas
“Iya, mudah-mudahan. Biasanya kan proses tidak mengkhianati hasil, ya. Ketika proses pembinaannya sudah benar, insyaallah akan membuahkan hasil yang baik,” harapnya.
Ketua Panitia Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Kabupaten Tangerang, Qodir, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaring bibit-bibit unggul, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan sejak dini. Selain itu, seleksi tersebut menjadi sarana untuk mengevaluasi hasil pembelajaran dan pembinaan yang selama ini telah diberikan kepada para peserta.
“Jadi, ini untuk melihat hasil pembelajaran itu seperti apa. Ya, muncullah istilah Tilawah Gemilang ini,” kata Qodir. (alfian/aditya)

















