SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Kemarau panjang yang dipicu fenomena El Niño Godzilla membuat warga Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, harus berjuang mendapatkan air bersih. Selama 10 bulan terakhir, sumur-sumur warga mengering hingga kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari menjadi persoalan serius. Kondisi ini bahkan membuat warga berebut saat bantuan air bersih tiba, Senin (26/10).
Di tengah kesulitan tersebut, warga terpaksa mengeluarkan uang untuk membeli air bersih. Bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi yang terbatas, pengeluaran itu menjadi beban tambahan yang tidak mudah ditanggung.
Salah seorang warga Desa Bakung, Nana, mengatakan kekeringan di wilayahnya telah berlangsung selama 10 bulan akibat kemarau panjang. Selama periode tersebut, banyak sumur milik warga mengering karena tidak turun hujan.
“Sudah 10 bulan kemarau melanda wilayah kami. Akibatnya, sumur-sumur warga juga banyak yang mengalami kekeringan,” kata Nana kepada Satelit News, Senin (26/10).
Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, kata Nana, warga harus merogoh kocek hingga Rp25.000 per hari untuk membeli air bersih. Pengeluaran tersebut dirasakannya cukup memberatkan, terlebih ketika kondisi ekonomi keluarga sedang sulit.
“Tentunya menambah beban, ketika air bersih harus beli juga. Ditambah suami kerjanya serabutan, kalau enggak punya uang minta sama tetangga, lama-lama malu,” ungkapnya.
Baca Juga: LPTQ Kabupaten Tangerang Seleksi 164 Peserta Tilawah Gemilang 2026
Nana menambahkan, warga sebenarnya dapat mengambil air bersih di kampung sebelah. Namun, jarak yang harus ditempuh mencapai sekitar lima kilometer, sehingga tidak mudah bagi warga untuk mendapatkan air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Daerah lebih sering menyalurkan bantuan air bersih, sebagai solusi jangka pendek untuk membantu warga menghadapi kekeringan. Selain bantuan distribusi air, Nana juga meminta pemerintah membangun sumur bor di desanya, sebagai solusi jangka panjang. Dengan adanya sumber air tersebut, warga diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan serupa ketika kemarau panjang melanda.
“Harapannya sama pemerintah bantu lah, orang di sini mesin sumur pada rusak,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Kronjo, Iptu Yudi Sulis Gunawan, mengatakan sebanyak 175 keluarga di Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, terdampak krisis air bersih.
Menurutnya, selama musim kemarau, krisis air bersih juga berdampak terhadap sekitar 1.500 keluarga yang tersebar di 10 desa di dua kecamatan, yakni Kronjo dan Mekar Baru.
“Hari ini (kemarin, red), kami mendistribusikan air menggunakan satu mobil tangki dengan kapasitas 8.000 liter. Selama kemarau ini, total kami sudah menyalurkan air sekitar 80.000 liter di 10 desa,” jelasnya.
Baca Juga: Kolaborasi BLK Kabupaten Tangerang dan PT Adis Berhasil, 95 Peserta Terserap Kerja
Saat bantuan air bersih tiba, warga langsung berbondong-bondong mendatangi mobil tangki dengan membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken, galon, hingga drum berukuran besar. Mereka mengantre untuk mendapatkan air yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Distribusi air bersih yang dilakukan Polsek Kronjo menjadi salah satu upaya membantu warga di tengah kekeringan yang belum berakhir. “Makanya, ketika bantuan air bersih tiba, masyarakat berbondong-bondong membawa jeriken,” katanya. (alfian/aditya)

















