SATELITNEWS.COM, SERANG – Pers atau wartawan, memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan di Provinsi Banten. Terkait hal itu, Gubernur Banten Andra Soni, mengajak kepada para insan pers agar bisa terus menjalin kolaborasi, agar arah pembangunan terukur dan terarah.
Andra mengatakan, wartawan atau pers merupakan salah satu pilar utama pembangunan di Banten dan semua daerah lainnya. Selain berfungsi untuk menyampaikan informasi, pers juga menjadi kontrol sosial paling efektif dalam sistem pemerintahan.
“Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, merupakan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara Pemprov Banten dan insan pers. Sinergi ini, dinilai sebagai kunci utama dalam mengakselerasi pembangunan daerah,” kata Andra, Minggu (30/11/2025).
Andra menyambut baik pelaksanaan HPN 2026 di Provinsi Banten, karena bisa menjadi gambaran kedekatan Pemerintah Daerah (Pemda) dengan wartawan. Oleh karena itu, momentum tersebut harus dijadikan untuk memperkuat kolaborasi.
“Pelaksanaan HPN 2026, adalah momentum penting bagi Provinsi Banten untuk memperkuat kolaborasi dengan insan pers, baik di tingkat nasional maupun daerah,” tambahnya.
Pemprov Banten, terus mempererat sinergi antara pemerintah, insan pers, dan masyarakat. Menurutnya, ketiga elemen tersebut merupakan pilar yang saling melengkapi, dalam ekosistem pembangunan.
“Selama ini, Pemprov Banten telah membangun hubungan yang sangat baik dengan PWI dan insan pers. Tanpa dukungan insan pers, percepatan pembangunan di Provinsi Banten tidak dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengatakan, rangkaian kegiatan Kick Off HPN yang digelar secara terbuka di Alun-alun Kota Serang, menjadi simbol kedekatan pers dengan masyarakat. Ia mengingatkan kembali peran vital media massa.
“Pers sejatinya adalah pengabdi masyarakat. Pers harus menjadi guru, penyambung suara, mata, telinga, dan hati masyarakat, kepada pemerintah,” ungkapnya.
Munir juga mengajak seluruh wartawan dan pemilik media, untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi, agar pers Indonesia tetap kuat, sehat, dan senantiasa berpihak kepada kepentingan publik.
”Pers memiliki tugas sebagai kontrol sosial, yang mengawal kebijakan pemerintahan, sekiranya kebijakan itu tidak baik, bisa diingatkan agar pemerintah bisa kembali pada jalurnya,” tuturnya.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, sinergi antara Polri dengan insan pers sangat penting, terutama di era perkembangan teknologi digital yang sangat cepat.
Dia menilai, fenomena citizen journalism membuat setiap orang yang memiliki gawai dapat menjadi pembuat dan penyebar informasi, sehingga peran pers profesional menjadi semakin vital dalam menjaga kualitas dan akurasi berita.
“Kemitraan dengan rekan-rekan media, sangat penting. Saat ini kita memasuki era teknologi informasi, yang berkembang luar biasa, termasuk fenomena citizen journalism yang membuat semua orang dapat membuat dan membagikan berita,” ungkap Kapolri.
“Oleh karena itu, keberadaan insan pers sangat dibutuhkan untuk menghadirkan informasi yang berimbang, terpercaya, dan dapat menjadi rujukan masyarakat, di tengah derasnya arus informasi,” sambungnya.
Listyo menyoroti banyaknya informasi yang beredar di media sosial, tanpa verifikasi. Sehingga, sering dianggap benar meski faktanya tidak demikian.
Menurutnya, media dan Dewan Pers memiliki peran penting dalam melakukan klarifikasi, verifikasi, dan memastikan kualitas ruang informasi publik.
“Seringkali informasi yang tidak dibaca secara utuh, dianggap sebagai kebenaran. Di sinilah peran media menjadi sangat penting, untuk memberikan perspektif yang objektif dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” ucapnya.
Listyo juga menegaskan, Polri berkomitmen untuk menjamin keamanan jurnalis, ketika bertugas, karena wartawan acap kali berhadapan dengan situasi berisiko tinggi dan membutuhkan dukungan penuh dari aparat keamanan.
“Ke depan, Polri berkomitmen menjaga dan meningkatkan sinergisitas, termasuk bagaimana memastikan keamanan teman-teman media yang bertugas di lapangan. Kami menyiapkan konsep, agar rekan-rekan dapat meliput dengan aman, memperoleh informasi yang dibutuhkan masyarakat, namun tetap terlindungi keselamatannya,” tegasnya.
Listyo berpesan kepada insan pers, menjadikan HPN sebagai momentum untuk terus meningkatkan kapasitas, kredibilitas, kemampuan, dan lainnya, agar peran pers semakin kuat dalam mengawal arah pembangunan. Dengan begitu, peran pengawasan bisa dilakukan dengan optimal dan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap wartawan.
“Jadikan hal ini sebagai momentum yang luar biasa, baik dari sisi kualitas, tema, maupun semangat, untuk terus mendorong pers Indonesia menjadi semakin profesional, kuat, dan berintegritas,” terangnya.
“Kami berharap, insan pers semakin mampu menjadi rujukan informasi yang akurat bagi publik dan terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tutupnya. (adib)