SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa 120 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan darah bagi korban terdampak bencana di Aceh.
Pengiriman ini merupakan bentuk respon cepat PMI Tangsel dalam mendukung proses penanganan darurat di wilayah yang sedang berduka. Adapun, bantuan itu dikirim pada Minggu (30/11).
Tindakan ini juga merupakan bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi Unit Donor Darah (UDD) Pusat PMI, setelah menerima laporan tingginya kebutuhan darah di beberapa rumah sakit di Aceh, khususnya di bagian utara yang paling terdampak bencana.
Seluruh kantong darah yang telah melalui proses uji kelayakan itu dikirimkan menuju UDD PMI Banda Aceh sebagai titik distribusi utama. Dari sana, darah akan didistribusikan ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Aceh Utara serta wilayah lain yang membutuhkan suplai segera.
Adapun rincian darah yang dikirimkan adalah 15 kantong golongan darah A, 50 kantong golongan darah B, 50 kantong golongan darah O, 5 kantong golongan darah AB. Komposisi ini disesuaikan dengan kebutuhan lapangan yang menunjukkan tingginya permintaan untuk golongan darah B dan O.
Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Tangsel, Prama Sesari Saraswati mengatakan bahwa pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen PMI dalam merespons kebutuhan kemanusiaan secara cepat.
Baca Juga: Ratusan Siswa Baru SMK Kesehatan Riksa Indrya, Ikuti Rangkaian MPLS 2026 Bersama PMI Tangsel
“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan membantu meringankan korban bencana yang terdampak,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Selasa (2/12).
Dalam kesempatan tersebut, Prama juga mengajak masyarakat Tangerang Selatan untuk rutin melakukan donor darah. Ia menekankan bahwa ketersediaan stok darah tidak hanya penting untuk kebutuhan harian, tetapi juga sebagai bagian dari sistem mitigasi bencana secara nasional.
“Rutin donor darah memiliki peran strategis sebagai bagian dari sistem mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ungkapnya. (eko)
























