SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang, melakukan sosialisasi literasi keamanan informasi terhadap sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.
Sosialisasi tersebut, melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komdigi, Akademisi dan Kepolisian.
Kepala Bidang (Kabid) Persandian dan Statistik Diskominfosatik Kabupaten Serang, Devi Arisandi mengatakan, sosiliasi literasi kemanan informasi ini diikuti oleh 29 OPD dan 29 Kecamatan, yang biasa memberikan pelayanan menggunakan aplikasi diberikan pelatihan literasi keamanan informasi.
Diakui Devi, belakangan ini banyak pejabat, terutama pejabat eselon II yang menjadi korban berkaitan dengan keamanan informasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi berkaitan dengan literasi keamanan informasi.
“Memang kemarin – kemarin itu, banyak pejabat yang lebih sering kena untuk keamanan informasi. Seperti nomor WhatsApp yang dicatut, atau penyalahgunaan kontak,” kata Devi, Selasa (2/12/2025).
Selain itu, kata Devi, ada juga situs judi online yang masuk dalam aplikasi milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, akibat diretas oleh hacker. Namun permasalahan tersebut sudah terselesaikan.
Baca Juga: Diskominfosantik Kabupaten Serang Berikan Nutrisi Batin ASN Dengan “Ngopi”
“Tapi kami harapkan, yang hari ini hadir dalam sosialiasi paham. Karena kami punya narasumber yang hebat – hebat seperti, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komdigi, Akademisi dan Kepolisian,” tuturnya.
Sementara, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN, Danang Jaya mengatakan, setiap OPD banyak mengelola aplikasi dan didalam aplikasi banyak data. Oleh karena itu, bagaimana data yang ada dalam aplikasi yang dikelola oleh para ASN ini menjadi aman.
Maka langkah – langkah yang perlu dilakukan adalah, peningkatan kompetensi, kata Danang, adalah dengan memperkuat sistem keamanan, salah satunya seperti melenyelenggarakan Literasi yang dilaksanakan oleh Diskominfo ini.
“Seperti kita ketahui banyak kemanan Siber seperti pencurian data, serangan judi online atau websitenya diganti dengan tampilan judi online dan kena ramsomwer,” tuturnya.
Danang menjelaskan, serangan Siber ini penyebabnya banyak, ada yang sifatnya sosial yang mengarah pada penipuan dan ada yang sipatnya teknikal, yang mengarah ke hacker. Kemudian Pintu masuknya juga banyak.
“Tapi Social Enginering, kita tangkal dengan literasi keamanan pada para personelnya, sedangkan serangan teknik kita tangkal dengan peningkatan teknikal keamanan,” pungkasnya. (sidik)
Baca Juga: 63 Titik Tergolong Blank Spot, Pemkab Serang Pasang Penguat Sinyal

















