SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Gubernur Banten Andra Soni, memenuhi komitmennya untuk melaksanakan pemerataan pembangunan. Bukatinya, di wilayah Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, ada lima ruas jalan yang dibangun oleh Pemprov Banten.
Selain pembangunan jalan lingkungan hingga jalan poros desa, Pemprov Banten juga membangun beberapa Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Anggaran yang dipergunakan untuk melaksanakan pembangunan itu, sepenuhnya dari APBD Banten Tahun Anggaran (TA) 2025.
Orang nomor satu di Banten itu juga, secara langsung melakukan pemeriksaan terhadap hasil pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur tersebut. Didampingi beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Andra memeriksa hasil pembangunan di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Selasa (2/12/2025).
Lokasi pembangunan yang diperiksa itu di Kampung Sanghiang Desa Sukarame dan Desa Sindanglaut Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Meski sempat terhambat karena diguyur hujan, Gubernur Banten Andra Soni tetap melaksanakan kewajibannya.
Kedatangan orang nomor satu di Banten ini, mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat setempat dan anak-anak sekolah. Ditengah guyuran hujan, Andra Soni dan rombongan sempat berteduh disalah satu rumah warga sampai hujan mereda kemudian kembali melakukan pemeriksaan.
Sarana dan prasarana infrastruktur, menjadi perhatian utama pemerintahan Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah. Alasannya, karena sarana tersebut menjadi salah satu akses penting mengatasi disparitas antara Banten Selatan dan Banten Utara.
Baca Juga: Gubernur Banten Ikut Langsung Dalam Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang di GAK
Secara bertahap dan menyesuaikan dengan ketersediaan keuangan daerah, arah pembangunan di Banten mulai terlihat sedikit demi sedikit, khususnya infrastruktur jalan serta RTLH. Setiap tahun, program tersebut akan terus dijalankan guna menjadikan Provinsi Banten lebih maju dan rakyatnya sejahtera.
Infrastruktur juga menjadi keluhan utama warga Banten, disamping kesehatan, pendidikan, dan perekonomian. Dengan kondisi infrastruktur yang baik dan bagus, akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat, dan disparitas bisa diselesaikan secara bertahap.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, ruas jalan yang dibangun di Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang yaitu, untuk memudahkan akses masyarakat, terutama anak sekolah. Jalan yang dibangun juga diharapkan bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.
“Pembangunan jalan akses ke sekolah dan jalan desa akses ke Huntap, alhamdulillah jalannya sudah selesai dengand ibeton sepanjang daru kilomter, mudah-mudahan jalan ini bermanfaat, bisa meningkatkan perekonomian waega dan menggerakan perekonomian di Sukarame,” pungnya.
Andra juga memohon doa dan dukungan kepada masyarakat, agar bisa terus konsisten membangun disemua wilayah di Banten, khususnya Kabupaten Pandeglang, karena masuk dalam kategori daerah tertinggal.
“Mohon doanya, agar kami juga bisa membangun jalan desa agar bisa mengurangi disparitas antara pembangunan kota dan perdesaan. Sekaligus mendukung asta cita bapak Presiden Prabowo membangun dari desa untuk pemerataan pembangunan,” tuturnya.
Baca Juga: Dukung Penuh Pencarian Rombongan Wartawan, Pemprov Banten Siapkan Fasilitas Ini
Andra mengatakan, Pempeov Banten akan terus melakukan stimulan agar pemerataan pembangunan dapat terlaksana. Oleh karena, Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu wilayah tertinggal di Provinsi Banten.
“Tahun ini ada sekitar 61 ruas jalan yang dibangun oleh PUPR Banten, dan beberapa ruas dari Perkim juga ada. Tahun depan juga kita akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk membahas mana saja yang dibangun oleh kita dan mana yang dibangun oleh kabupaten/kota,” ucapnya.
Kepala Desa (Kades) Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Endang Trenajaya mengatakan, ditahun 2025 ini ada lima titik jalan didesanya yang dibangun Pemprov Banten. Dia berharap, pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur itu bisa terus dilakukan setiap tahunnya.
“Ada lima titik pembangunan jalan, seperti Rabat beton satu kilo berikut TPT yang kita ajukan, jalan lingkungan 350 meter sahiang-karawang, kampung susukan 350 meter jalan desa, dan lainnya. Mudah-mudahan kedepan masih ada pembangunan lagi,” imbuhnya. (adib)
























