SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Laga Liverpool kontra Sunderland dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Anfield, Kamis (4/12/2025) pukul 03.15 WIB, menghadirkan kontradiksi statistik yang cukup mencolok. Kedua tim membawa rapor yang bertolak belakang, baik dalam pertemuan langsung maupun performa penampilan di laga tengah pekan.
The Reds, yang kini memburu konsistensi usai terpeleset dua kali di kandang, tetap memegang keunggulan historis yang sangat kuat. Akan tetapi, performa Sunderland sebagai tim promosi musim ini memperlihatkan tantangan tersendiri, terutama karena efisiensi pertahanan mereka di laga tandang.
Duel ini bukan sekadar pertemuan dua klub berbeda kelas, melainkan benturan tren panjang yang bisa memengaruhi ritme masing-masing. Dari rekor tak terkalahkan hingga rapor suram manajer Prancis di Anfield, pertandingan ini menyuguhkan banyak angka yang layak dicermati.
Liverpool belum pernah kalah dari Sunderland dalam 10 pertemuan terakhir di Premier League (6 menang, 4 imbang). Kekalahan terakhir The Reds dari tim asal Wearside itu terjadi pada Maret 2012, sedangkan pertemuan terakhir kedua tim berakhir imbang 2-2 pada Januari 2017.
Catatan kandang Liverpool bahkan lebih telak. Sunderland tak pernah menang dalam 18 laga liga terakhir mereka di Anfield (9 imbang, 9 kalah). Kemenangan terakhir mereka terjadi lebih dari empat dekade lalu, tepatnya pada Oktober 1983 ketika menang 1-0.
Di sisi lain, statistik Sunderland melawan tim-tim juara bertahan juga tidak mendukung. Mereka menelan 13 kekalahan dari 16 laga tandang Premier League menghadapi tim pemegang gelar (2 menang, 1 imbang). Dua kemenangan itu diraih saat mengalahkan Chelsea 3-0 pada musim 2010/2011 dan Manchester United 1-0 pada musim 2013/2014.
Liverpool punya rekor impresif dalam pertandingan tengah pekan. Dari 25 laga Premier League yang dimainkan pada Selasa hingga Kamis, mereka hanya kalah sekali—0-2 dari Everton pada April 2024—serta mencatat 19 kemenangan dan 5 imbang.
Namun, The Reds kini menghadapi masalah baru. Mereka telah kalah dua kali dalam tiga laga kandang terakhir, jumlah yang sama dengan 53 laga sebelumnya. Mereka belum pernah kalah beruntun di kandang sejak rentetan enam kekalahan pada awal 2021. Di hadapan suporter, terakhir kali hal itu terjadi pada September 2012.
Sunderland membawa tantangan berbeda: efektivitas permainan tandang mereka musim ini sangat rendah. Hingga pekan ke-14, laga tandang The Black Catas mencatat total gol paling sedikit di Premier League—hanya sembilan gol yang tercipta (3 memasukkan, 6 kebobolan). Angka ini menjadi yang terendah untuk enam laga tandang pertama sebuah tim sejak West Ham pada musim 2022/2023.
Liverpool memiliki catatan yang mengintimidasi tim promosi. Mereka memenangkan 12 laga terakhir melawan klub yang baru naik kasta dan 26 dari 28 pertandingan terakhir di Anfield. Tim promosi terakhir yang menumbangkan Liverpool di Anfield adalah Fulham pada Maret 2021.
Laga ini akan jadi ujian lain buat Liverpool mengonfirmasi kebangkitan. “Semoga ini jadi dorongan. Itulah idenya. Tapi kalau boleh jujur, saya rasa kami belum melihat tim yang benar-benar ingin kami tunjukkan,” ujar Gelandang Liverpool Alexis Mac Allister.
“Saya rasa kami bisa jauh lebih baik lagi, terutama dalam bertahan. Tapi ya, kami perlu terus bekerja dan sekarang fokusnya adalah laga hari Rabu dan semoga kami bisa mendapatkan kemenangan di rumah.”
Liverpool patut menganggap Sunderland sebagai lawan berbahaya. Musim ini, tim polesan Regis Le Bris itu mengalahkan Chelsea 2-1 dan mengimbangi Arsenal 2-2. (dm)