SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten menggelontorkan anggaran sebesar Rp3,4 Miliar untuk perbaikan sarana dan prasarana di Taman Hutan Raya (Tahura) Banten.
Alokasi anggaran itu diberikan diperubahan APND Pemprov Banten tahun 2025 dan sepenuhnya dipergunakan untuk melakukan penataan kawasan wisata tersebut.
Ditemui di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tahura Banten, Hudri mengatakan, pihaknya barus bisa melaksanakan kegiatan pemeliharaan atau perawatan sarana dan prasarana penunjang kawasan Tahura Banten diperubahan APBD Pemprov Banten tahun 2025 ini.
Dana sebesar Rp3,4 miliar itu, lanjutnya, dipergunakan sepenuhnya untuk pembangunan dikawasan Tahura Banten, mulai dari camping ground, coutage, dan penginapan. Sarana itu dipilih karena sebagai upaya menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diebebankan kepada instansinya.
“Ditahun 2025 kita mendapatkan anggaran diperubahan Rp3,4 miliar, lokasinya tersebar untuk spot yang arahnya ke PAD,” katanya, Rabu (3/12/2025).
Hudri menerangkan, dana tersebut digunakan untuk pembangunan camping ground dengan kapasitas 35 spot tenda atau sekira 350 orang. Dari pembangunan itu, diharapkan bisa menambah PAD karena ada biaya sewa yang harus dibayarkan wisatawan kepada Pemprov Banten melalui Tahura Banten.
Baca Juga: Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ
“Kalau lihat di Perda per tenda itu sewanya 100 ribu untuk satu tenda, kita juga lengkapi fengan kolam air mancur agar tidak bosan. Selama dua minggu saja beroperasi, kita bisa mendapatkan PAD paling tidak Rp7 jutaan,” katanya.
Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk memperbaiki beberapa coutage yang ada dikawasan Tahura Banten agar lebih bisa dijadikan tempat menginap wisatawan. Biaya sewa untum satu coutage dalam satu malam sekita Rp1 juta, sesuai dengan aturan yang telah dibuat Pemprov Banten.
“Kemudian ada juga coutage, karena tempat ini baru tahun 2024 kemarin kami urus ke Kementerian BUMN terkait asetnya, alhamdulillah ditanggal 15 Februari 2024 melalui review dengan BPKP sekitar tiga kali, aset yang tadinya punya BUMN sekarang sudah milik kita dan baru tahun ini kita perbaiki toga coutage ini,” katanya.
“Penginapan juga ada, musala juga ada untuk beribadah. Jadi selain coutage, masih ada penginapan yang kita perbaiki. Semuanya untuk menarik PAD, karena kita juga diberikan target mendapatkan PAD,” katanya.
Hudri mengatakan, pembangunan sarana dan prasarana tersebut ditargetkan selesai sebelum tahun anggaran berakhir. Saat ini, seriap kegiatan masih dalam proses pembangunan dan akan terselesaikan sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.
“Targetnya tanggal 19 Desember sudah selesai semua. Kalau anggaran camping ground Rp350 juta, musala 190 juta, coutage melalui lelang Rp550 juta plus jalan tiga dimensi meskipun masih ada kekurangan Rp50 juta, untuk penginapan anggarannya sekitar Rp400 jutaan,” paparnya.
Baca Juga: Pengadaan 500 Ribu Perumahan Di Banten Terkendala Lahan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten Wawan Gunawan mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus melakukan perbaikan atau rehabilitasi sarana dan prasarana penunjang di Tahura Banten. Tindakan itu sengaja dilakukan agar bisa menarik wisatawan datang ke lokasi tersebut.
“Supaya nanti bisa menjadi penyumbang retribusi PAD. Karena perbaikan ini kam untuk menarik wisatawan agar bisa berkunjung ke Tahura Banten,” katanya. (adib)
























