SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Andri S Permana Rabu (3/12/2025) pagi menghadiri rapat persiapan Apel Siaga Bencana dan Tim Reaksi Cepat di ruang rapat Kantor BPBD Kota Tangerang. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa kesadaran atau awareness masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi adanya potensi bencana.
Ia kembali menegaskan bahwa Apel Siap Siaga Bencana harus menjadi momentum konsolidasi kesiapsiagaan seluruh unsur penanggulangan bencana, bukan sekadar seremoni tahunan tanpa substansi.
Andri mengatakan bahwa apel yang melibatkan BPBD, relawan, serta unsur TNI Polri tersebut harus difokuskan pada evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan peralatan dan sumber daya manusia di lapangan.
“Apel Siap Siaga Bencana tidak boleh cuma jadi ajang seremonial. Banyak hal yang jauh lebih penting yang harus kita lakukan,” tegasnya usai mengikuti Rakor Tim Reaksi Cepat dan Persiapan Apel Siaga Bencana di Gedung BPBD Kota Tangerang,
Ia meminta pemerintah memastikan seluruh armada penanganan banjir, alat evakuasi, perangkat logistik, dan instrumen teknis lainnya berada dalam kondisi optimal. “Peralatan yang kita miliki harus kita cross-check. Cek kesiapan alatnya, cek kesiapan SDM-nya,” ujarnya.
Andri memberikan catatan keras soal kelayakan peralatan yang akan ditampilkan dalam apel. Ia meminta agar peralatan yang rusak atau tidak memenuhi standar justru ditampilkan agar menjadi perhatian untuk segera ditangani. “Yang besok harus dipajang bukan hanya alat-alat yang baik. Alat yang perlu perawatan atau perbaikan harus ditampilkan, biar dilihat Pak Wali dan dicari solusi cepat,” serunya.
Baca Juga: 84.750 Liter Air Bersih Sudah Disalurkan BPBD Kota Tangerang
Ia mengingatkan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap langkah penanggulangan bencana. “Jangan hanya menumpuk alat di gudang yang tidak bisa dipakai saat bencana. Saat kita bicara keselamatan rakyat, itu hukum tertinggi,” tegas Andri.
Meski secara teknis penanganan bencana terus ditingkatkan, Andri menilai pekerjaan rumah terbesar ada pada aspek partisipasi masyarakat. “PR besarnya adalah membangun kesadaran publik. Ini tugas semua instrumen pemerintahan,” katanya.
Ia mendorong edukasi kebencanaan dilakukan hingga tingkat kelurahan dan RT/RW melalui simulasi serta pelatihan warga. “Lurah, camat, RT, RW harus beranak harus melahirkan kesadaran itu. Masyarakat yang terlatih akan mengurangi risiko bencana dan meringankan beban relawan,” tutupnya. (made)




















