SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Usulan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengenai pembentukan koalisi permanen dalam sistem politik nasional mendapat sambutan positif dari Partai Amanat Nasional (PAN). Koalisi permanen ini disebut sebagai langkah mempertegas dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029.
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menyatakan partainya sejalan dengan gagasan Golkar tersebut. Menurutnya, koalisi permanen perlu memiliki dasar hukum melalui revisi Undang-Undang Pemilu yang sedang dibahas DPR dan Pemerintah. “Pernyataan Ketua Umum Golkar Mas Bahlil Lahadalia patut diapresiasi dalam meletakkan fondasi memperkuat sistem presidensial dengan multi partai,” kata Viva di Jakarta.
Viva menegaskan, jika koalisi permanen disepakati seluruh partai politik, maka harus dicantumkan dalam pasal revisi UU Pemilu. “Jika itu terjadi, PAN satu pemikiran dengan Golkar. Kita menunggu jadwal pembahasannya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, wacana koalisi permanen sebenarnya telah berkali-kali muncul dalam setiap pembahasan RUU Pemilu, termasuk saat dirinya dua periode terlibat dalam pansus (2009–2019). Namun, hingga kini belum ada regulasi yang mengatur secara spesifik. “Dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tidak ada pasal yang mengatur pembentukan koalisi permanen, baik sebelum maupun setelah Pilpres,” jelasnya.
Menurut Viva, konsekuensi politik dari koalisi permanen harus dihitung matang karena berkaitan dengan stabilitas antara eksekutif dan legislatif. Secara empiris, kata dia, koalisi permanen bisa menjadi dilema jika pasangan calon pemenang Pilpres hanya didukung partai dengan kursi minoritas di DPR. “Potensi instabilitas politik akan besar. Presiden terpilih berisiko mengalami sandera politik karena kekuatan DPR yang dominan. Pemerintah pun sulit maksimal menjalankan visi dan janji kampanye,” tegasnya.
Meski begitu, ia mengakui asumsi tersebut tidak berlaku bila pasangan pemenang Pilpres didukung partai mayoritas. Namun, sejak reformasi 1999, siapa pun presiden terpilih tetap berupaya membangun dukungan mayoritas di parlemen.
Baca Juga: Ingin Lebih Diterima Rakyat, PAN Targetkan 14 Kursi di DPRD Banten Pada Pemilu Mendatang
Sebelumnya, dalam puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025) malam, Bahlil secara langsung mengusulkan koalisi permanen di hadapan Presiden Prabowo. “Pemerintahan yang kuat membutuhkan stabilitas. Lewat mimbar ini, izinkan kami memberi saran agar dibuatkan koalisi permanen,” ujar Bahlil. (rm)
